ALUN-alun Bondowoso menjadi jantung dan etalase kota. Alun-alun juga menjadi satu-satunya ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan warga untuk melakukan aktivitasnya. Mulai dari car free day setiap minggu pagi ataupun kegiatan pemkab lainnya.
Namun, hingga kini alun-alun belum mendapat sentuhan renovasi. Perbaikan fasilitas umum yang ada di cenderung nihil. Perbaikan dari fasad pendapa, fasilitas olahraga, trotoar, penataan PKL, hingga fasilitas parkir pun belum ada sama sekali dari pemkab.
Beberapa tahun lalu sebenarnya renovasi sempat direncanakan. Bahkan grand desainnya pun sudah ada. Namun, hingga sekarang rencana itu belum terealisasi juga.
Sejumlah warga pun berharap alun-alun dapat segera di percantik. Salah satu warga asal Kelurahan Blindungan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, Muhammad Lutfi, mengungkapkan bahwa kebersihan alun-alun masih relatif terjaga.
Hal ini karena setiap hari ada petugas dari dinas terkait yang melakukan pembersihan.
Namun, ia menyoroti kondisi beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan.
“Tetapi kondisi trotoar sudah banyak yang rusak, banyak yang tidak layak. Beberapa sarana seperti taman bermain anak juga sudah tidak layak,” ungkap Lutfi.
Menurutnya, warga Bondowoso sangat setuju jika alun-alun segera direnovasi.
Ia menilai sudah waktunya ruang publik ini diperbaiki agar lebih nyaman digunakan oleh masyarakat.
“Kami warga Bondowoso sangat setuju jika Alun-alun Bondowoso dilakukan renovasi, karena sudah saatnya,” katanya.
Lutfi juga mengaku terkadang merasa iri dengan kondisi alun-alun di kabupaten lain yang sudah tertata lebih baik dan memiliki berbagai fasilitas modern.
Hal ini menurutnya bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk lebih sering berkunjung ke alun-alun.
“Saya terkadang iri dengan kabupaten lainnya yang alun-alunnya sudah bagus dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas,” tambahnya.
Menunggu Finalisasi Penetapan Anggaran
RENCANA renovasi Alun-Alun Bondowoso kembali menjadi perbincangan, terutama terkait kebutuhan anggaran yang belum menemui kepastian.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso, Syahrial Fary, mengungkapkan bahwa berdasarkan Detail Engineering Design (DED) awal pada 2022, renovasi membutuhkan dana sebesar Rp 10 miliar.
Namun, karena pandemi terjadi realokasi anggaran yang menyebabkan rencana tersebut tertunda.
Meski demikian, DLH tetap berupaya melanjutkan rencana renovasi dengan melakukan tinjauan ulang terhadap DED yang sudah ada. Namun, dengan adanya DED review, ada kemungkinan jumlah anggaran yang dibutuhkan bisa lebih besar dari estimasi awal.
"Jika kami mengikuti DED yang lama, tentu kebutuhan anggarannya tetap di Rp 10 miliar. Dengan anggaran tersebut, seluruh titik di alun-alun bisa tercover," ujarnya.
Kekhawatiran juga muncul terkait potensi perubahan desain yang menyangkut beberapa bagian di Alun-Alun.
Dirinya menyebutkan bahwa perubahan tersebut bisa berdampak pada kenaikan biaya, sehingga pihaknya masih terus menyesuaikan perencanaan agar tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Untuk tahun 2025, DLH Bondowoso akan memprioritaskan renovasi pada area paseban dan lahan parkir, termasuk taman yang berada di depan Masjid At-Taqwa.
Renovasi ini memang harus dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia saat ini.
Tapi, kekhawatiran lain muncul terkait potensi pemangkasan anggaran sesuai dengan instruksi Presiden RI tentang efisiensi belanja pemerintah. Jika hal ini terjadi, maka perencanaan yang telah disusun bisa kembali tertunda atau bahkan harus disesuaikan dengan ketersediaan dana yang ada. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi