KEPALA Desa Jebung Kidul Ali Samsidi mengungkapkan bahwa keberadaan wisata edukasi di desa ini lahir sebagai upaya untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian desa. “Wisata ini muncul karena pasar desa itu terdampak korona. Beban moral mengelola dana desa, sehingga nilai fungsinya tidak ada,” ungkapnya.
Ali menjelaskan, tujuan utama pembangunan wisata ini adalah untuk memotivasi masyarakat agar kembali aktif dalam memajukan desa. “Bagaimana caranya masyarakat bersemangat lagi meramaikan desa,” katanya. Dengan pendekatan ini, wisata edukasi diharapkan mampu menjadi katalis untuk kebangkitan ekonomi dan sosial di Jebung Kidul.
Selain fokus pada edukasi, Ali menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai sosial dan agama yang sudah menjadi karakter masyarakat desa. “Masyarakat kami itu sangat kental bidang agama. Di bidang sosial kami jaga. Mayoritas masyarakat yang ada pesantren,” ujarnya. Oleh karena itu, konsep wisata dirancang agar tetap sejalan dengan nilai-nilai budaya dan religius masyarakat setempat.
Keberadaan wisata ini juga bertujuan memberikan suasana baru bagi masyarakat. Ali berharap dana desa yang digunakan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga. “Berharap dana desa ini dapat menikmati suasana yang sebelumnya tidak ada,” tambahnya. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan langsung hasil pembangunan yang dilakukan di desanya.
Hasilnya sudah mulai terlihat dengan munculnya kembali aktivitas ekonomi seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Dengan adanya wisata ini, mereka sudah tertarik lagi. UMKM bermunculan. Sebelumnya tidak ada keramaian. Sekarang mereka kembali tanpa disuruh,” ungkap Ali. Kondisi ini menunjukkan bahwa wisata edukasi mampu menggerakkan ekonomi desa secara organik.
Ali juga berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk mendukung keberlanjutan program ini. “Itu sebuah harapan ada support dari pemerintah yang punya kebijakan. Karena kami ada batasan dalam mengelola dana desa,” pungkasnya. Dengan dukungan yang tepat, wisata edukasi Jebung Kidul berpotensi menjadi model keberhasilan pengelolaan dana desa untuk pembangunan berkelanjutan. (hlb/nur)
Editor : Radar Digital