Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PHIG Bondowoso Terus Matangkan Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark

Radar Digital • Jumat, 13 Desember 2024 | 18:43 WIB

 

DAYA TARIK: Wisatawan saat mendekat ke Batu Soon di Desa Solor, Kecamatan Cermee.
DAYA TARIK: Wisatawan saat mendekat ke Batu Soon di Desa Solor, Kecamatan Cermee.
 

DABASAH, Radar Ijen  - Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) tengah mempersiapkan revalidasi statusnya sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) pada tahun 2026 mendatang. Hal ini menjadi perhatian utama, mengingat Ijen Geopark yang terletak di dua kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai situs warisan dunia. Kesiapan revalidasi hingga saat ini sudah capai 90 persen.

Ketua PHIG Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtias, menjelaskan bahwa dalam upaya menuju revalidasi, PHIG telah menggelar beberapa stakeholder meeting dengan berbagai pihak di tingkat provinsi dan kabupaten. "Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan capaian program-program yang telah dilaksanakan selama ini, sebagai bahan evaluasi dalam proses revalidasi," ungkapnya.

Tantri menyebutkan bahwa capaian program-program yang telah dilaksanakan oleh PHIG Bondowoso selama beberapa tahun terakhir sangat penting dalam mendukung revalidasi status UGG Ijen Geopark. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan geosite, biosite, dan kultur yang telah menjadi bagian integral dari Ijen Geopark. Program-program ini diharapkan tidak hanya memperkaya nilai ilmiah, tetapi juga berperan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pariwisata berbasis konservasi.

Kesiapan untuk revalidasi ini semakin terasa dengan kolaborasi antara Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Tantri menjelaskan bahwa kedua kabupaten ini memiliki posisi geografis yang tunggal dan tidak terpisah dalam pengelolaan geopark. Oleh karena itu, tidak ada pengklasifikasian terpisah antara Bondowoso dan Banyuwangi dalam konteks geopark. "Kedua kabupaten ini sepakat untuk terus mendorong pengembangan warisan alam dan budaya yang telah ada, guna memperkuat status Ijen Geopark sebagai UNESCO Global Geopark," katanya.

Tujuan utama dari pengembangan Ijen Geopark adalah untuk mendorong konservasi alam, edukasi kepada masyarakat, serta menciptakan ekonomi yang berkelanjutan. Tantri menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan ini, mengingat Ijen Geopark tidak hanya memiliki nilai ekologis tinggi, tetapi juga budaya yang kaya dan potensi wisata yang besar. 
Selanjutnya, setelah terlaksananya stakeholder meeting, Tantri optimis bahwa sinergi antara seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun provinsi, akan semakin kuat. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat persiapan revalidasi yang akan dilaksanakan pada 2026 nanti. Semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran proses revalidasi dan keberlanjutan pengelolaan Ijen Geopark.

Di sisi lain, Tantri juga menyebutkan bahwa di Kabupaten Bondowoso, fokus utama dalam persiapan revalidasi adalah pada peningkatan fasilitas jalan. Infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendukung aksesibilitas wisatawan dan pengelolaan geopark. Meskipun demikian, Bondowoso telah menunjukkan kesiapan yang signifikan dalam hal lainnya, seperti pengelolaan geosite dan biosite, cultersite,  peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kawasan tersebut.

Dengan begitu, Tantri menegaskan bahwa meskipun terdapat beberapa tantangan dalam persiapan revalidasi ini, Bondowoso dan Banyuwangi bersama-sama berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mengembangkan Ijen Geopark agar dapat mempertahankan status UNESCO Global Geopark. (faq)

Editor : Radar Digital
#Ijen Geopark #UNESCO #Bondowoso