BADEAN, Radar Ijen - Tiga lembaga yang terlibat dalam proses penghitungan suara Pilbup Bondowoso, yaitu tim pemenangan calon bupati Rahmad (Lora Hamid-Lora As'ad), PKB, dan Golkar, mengumumkan hasil quick count dan real count untuk pilkada yang telah berlangsung. Dalam press release tersebut, terlihat perbedaan suara yang tipis antara pasangan Rahmad dengan pasangan Bagus. Namun, secara keseluruhan, pasangan Rahmad berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara yang cukup signifikan.
Sekretaris Tim Pemenangan Rahmad, Tohari, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh partai yang telah mengusung pasangan Rahmad. Baik dari PKB, Golkar, maupun partai koalisi lainnya. Tohari menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak yang telah bekerja dengan sepenuh hati untuk memenangkan Rahmad. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat dan partai pengusung," ujar Tohari.
Sementara itu, salah satu anggota tim pemenangan Rahmad, Ady Kriesna, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil penghitungan suara dari tiga lembaga. Ia menjabarkan bahwa baik hasil quick count maupun real count yang dilakukan oleh tim pemenangan, PKB, dan Golkar menunjukkan hasil yang hampir sama. "Hasil quick count maupun real count menyatakan bahwa pasangan Rahmad meraih 51,03 persen dengan perolehan sebanyak 222.025 suara," ungkap Ady.
Lebih lanjut, Ady Kriesna juga menyampaikan bahwa pasangan Bagus memperoleh 48,07 persen dengan total perolehan suara sebanyak 210.220 suara. "Selisih suara antara kedua pasangan ini adalah 2,9 persen, dan hasil ini telah dikonfirmasi oleh ketiga lembaga yang melakukan penghitungan," tambah Ady.
Hasil ini menunjukkan kemenangan yang sangat tipis. Namun, tetap memperlihatkan bahwa Rahmad unggul dalam perolehan suara. Ketua Tim Pemenangan Rahmad, Ahmad Dhafir, dalam kesempatan yang sama mengimbau kepada seluruh masyarakat Bondowoso untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam merayakan kemenangan. "Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan syukuran maupun konvoi, karena saat ini adalah waktu yang tepat untuk bersama-sama merangkul dan membangun Bondowoso lebih maju," ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Dhafir juga mengingatkan bahwa kemenangan ini bukan hanya milik pasangan Rahmad. Namun, milik seluruh masyarakat Bondowoso yang telah memberikan dukungan dalam pilkada kali ini. "Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah satu kesatuan yang berkomitmen untuk kemajuan daerah," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Tim Pemenangan Paslon Bambang Soekwanto dan Moh. Baqir (Bagus), KH Imam Thahir, mengimbau kepada pendukung dan seluruh masyarakat Bondowoso tidak lantas mempercayai berita simpang siur tentang kemenangan salah satu paslon.
Hal itu dia sampaikan di sela proses hitung cepat di Posko Basmalah, Kantor DPC PPP Bondowoso.
Sebelum itu, KH Imam Thahir merasa bersyukur karena Pilkada Bondowoso berjalan dengan aman.
"Pertama bersyukur pilkada aman. Dimohon masyarakat untuk bersabar atas berita beredar, dengan simpang siur, bahwa kelompok ini menang. Ini masih quick count, belum real count," tegasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Dia mengatakan bahwa dalam proses pilkada seperti ini, sudah wajar untuk saling klaim kemenangan.
"Bisa terjadi saling klaim. Padahal berdasarkan hasil hitungan kami, paslon Bagus berhasil unggul dengan angka keunggulan selisih 30 ribu suara," ungkap Imam. Hal ini menegaskan, imbuhnya, saling klaim bisa saja dilakukan kelompok lainnya.
Di sisi lain, untuk menghasilkan angka penghitungan yang akurat, Imam mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi yang akan diumumkan oleh KPU Bondowoso nanti. Sebab, penghitungan KPU bisa menjadi landasan keakuratan hasil hitung pilkada.
"Dimohon untuk masyarakat bersabar. Sebaiknya menunggu rekapitulasi dari KPU yang akan dilaksanakan bertahap dari desa ke kecamatan," pungkasnya. Dengan begitu, hasil akhir yang sah akan diketahui dan dapat diakui oleh seluruh pihak. (faq/hlb/c2/bud)
Editor : Radar Digital