KADEMANGAN, Radar Ijen - Sektor pertanian mendapat perhatian khusus dari seluruh fraksi di DPRD Bondowoso dalam pembahasan rancangan APBD Bondowoso 2025. Pertanian disadari sebagai tumpuan utama ekonomi Bondowoso. Bukan tanpa alasan, hal ini lantaran serapan terhadap tenaga kerja di sektor pertanian menjadi yang paling besar dibanding sektor lainnya.
Dalam rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi terhadap rancangan perda APBD Bondowoso 2025, enam fraksi sepakat pertanian menjadi sektor terpenting sebagai penopang ekonomi Bondowoso. Keeenam fraksi tersebut adalah fraksi Golkar, fraksi PDIP, fraksi PPP, fraksi Gerindra, dan fraksi PKB serta fraksi Demokrat PKS.
Partai Golkar dalam dokumen pandangan umumnya menyebutkan Pertanian menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat di Bondowoso. "Golkar menegaskan pentingnya memberikan prioritas anggaran. Seperti penyediaan pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, serta pengembangan teknologi pertanian. Juga mendorong adanya program-program pelatihan bagi para petani agar mereka mampu mengadopsi teknik bertani yang lebih efisien dan produktif," ungkapnya.
Selain itu, fraksi PKB setuju dalam sisi belanja, Pemkab Bondowoso didorong untuk fokus pada program infrastruktur. Terutama pemeliharaan jalan dan program yang menunjang pada produktifitas di bidang pertanian dan perkebunan, termasuk penggunaan dana bagi hasil," sebagaimana yang tertulis di dokumen pandangan umum fraksi PKB yang ditandatangani ketua fraksi PKB, Tohari.
PDIP juga melihat sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian. Mereka mendorong penyediaan anggaran yang cukup terhadap masalah jaringan irigasi yang dalam beberapa tahun terakhir sangat minim anggarannya. Begitu pun dengan Gerindra. "Bidang pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai pendulang PDRB tertinggi, namun tidak sesuai dengan nilai inflasi di bidang yang sama," tulisnya.
PPP tak mau kalah. Mereka mendorong agar perencanaan pembangunan daerah juga memprioritaskan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. "Sehingga kebutuhan pangan di daerah juga cukup dan bahkan dapat mensuplai barang keluar daerah. Tentunya dengan melakukan inovasi, penyuluhan serta peralatan teknologi yang cukup untuk pertanian," seperti yang tertulis di dokumen pandangan umum fraksi PPP. (hlb/bud)
Editor : Radar Digital