Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Fakta-fakta Soal Pohon Tabebuya, Ada Musim Bunganya di Kabupaten Bondowoso

Radar Digital • Minggu, 6 Oktober 2024 | 16:10 WIB
Bunga Dari Pohon Tabebuya  DOK : DINAS KEHUTANAN PROVINSI JAWA TIMUR
Bunga Dari Pohon Tabebuya DOK : DINAS KEHUTANAN PROVINSI JAWA TIMUR

radar jember - Sejumlah ruas jalan di kawasan kota Kabupaten Bondowoso tampak berseri dengan adanya tanaman Pohon Tabebuya di bahu-bahu jalan.

Pohon itu kini tampak asri dan cantik. Bentuk dan warnanya yang mirip bunga sakura membuat suasanya pun mirip dengan negeri Jepang. 

Kabid Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, DLH Bondowoso Syahrial Fari  menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanaman bibit pohon Tabebuya sejak tahun 2021.

Penanaman ini merupakan salah satu upaya memperindah ruang publik di Bondowoso yang juga berfungsi sebagai pohon pelindung.

"Kami telah menanam pohon Tabebuya sejak 2021 lalu. Total ada 100 bibit yang ditanam di beberapa titik," ujarnya, Jumat (4/10).

Menurut Syahrial, beberapa lokasi penanaman pohon Tabebuya tersebut di antaranya di Jalan Mayjen Sutoyo yang kini banyak dibuat foto, Alun-alun Ki Bagus Asra, Taman Magenda, serta di sepanjang Jalan Sucipto dan Jalan Mawar.

Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk menambah kesejukan di kawasan strategis Bondowoso sekaligus meningkatkan estetika kota dengan bunga Tabebuya yang kerap bermekaran secara serempak.

Namun, bagaimanakah fakta-fakta menarik mengenai pohon tabebuya tersebut? 

Jawa Pos Radar Jember coba mengulas dan merangkum dari berbagai sumber informasi. 

Secara umum Tabebuya hidup di lingkungan tropis dan mampu tumbuh di lahan dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering.

Tinggi pohon ini umumnya sekitar 10 meter. Biasanya buah muncul ketika musim penghujan atau musim bunga terlewati.

Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan.

Bahkan sekarang ini musim pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.

Lebih lanjut, Syahrial menjelaskan bahwa pohon Tabebuya biasanya berbunga setiap tahun, namun di tahun ini, mekarnya bunga lebih spektakuler.

"Setiap tahun bunga dari Pohon Tabebuya berbunga. Namun, di musim ini mungkin karena kemaraunya lebih panjang, sehingga bunganya bermekaran bersamaan dan tak gugur karena hujan," ungkapnya.

Selain pohon Tabebuya, DLH Bondowoso juga telah menanam ribuan pohon ayoman lainnya di kanan-kiri bahu jalan dan di ruang terbuka hijau (RTH) untuk menjaga keseimbangan ekosistem kota.

"Jumlahnya ada sekitar 4 ribuan pohon," kata Syahrial. Pohon-pohon yang ditanam selain Tabebuya termasuk Pohon Angsana dan Tanjung.

Editor : Radar Digital
#Viral #Bondowoso #pohon tabebuya