Radar Jember - Di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Bondowoso, ada sebuah batu unik yang dikenal dengan nama Betoh Labeng.
Dalam bahasa Madura, "Betoh" berarti batu, dan "Labeng" berarti pintu. Jadi, nama ini secara harfiah berarti "Batu Pintu".
Uniknya, batu ini memang memiliki bentuk yang menyerupai pintu dengan celah di bagian tengahnya, yang membuatnya terlihat seperti gerbang alami.
Betoh Labeng ini memiliki ukuran yang cukup besar, panjangnya sekitar 8 meter, lebarnya 5 meter, dan tingginya sekitar 7-8 meter.
Meskipun terlihat seperti batu tunggal, sebenarnya batu ini terdiri dari beberapa batu yang disusun tanpa perekat, namun tetap kokoh berdiri sampai sekarang.
Yang menarik, di tengah batu ini terdapat celah yang tembus dari satu sisi ke sisi lainnya. Celah ini memiliki lebar sekitar setengah meter dan tinggi sekitar 3 meter.
Masyarakat setempat percaya bahwa celah di Betoh Labeng bisa digunakan untuk melihat tanda datangnya musim kemarau.
Caranya cukup unik, yaitu dengan berdiri di depan batu ini pada pagi hari. Ketika dari celah tersebut sudah terlihat matahari terbit, maka itu menjadi tanda bahwa musim kemarau telah tiba.
Bagi para petani tembakau di sekitar desa, momen ini sangat penting karena menjadi penanda waktu yang tepat untuk mulai menanam tembakau.
Betoh Labeng bukan hanya sekadar batu biasa. Di zaman dahulu, batu ini juga dikenal sebagai Batu Eppian, yang berarti batu tempat menyepi atau semedi.
Orang-orang di masa lalu sering menggunakan batu ini sebagai tempat untuk bertapa.
Selain itu, secara arkeologis, Betoh Labeng adalah peninggalan dari zaman megalitikum, sebuah menhir yang dulu digunakan sebagai sarana pemujaan, tanda kubur, atau penanda wilayah.
Kalau kamu suka dengan wisata sejarah atau penasaran dengan peninggalan zaman dulu, Betoh Labeng bisa jadi destinasi menarik buat dikunjungi.
Selain menikmati keunikan batu ini, pemandangan sekitar Desa Banyuputih yang indah dengan bukit dan persawahan terasering juga menambah daya tarik tempat ini.
Ditambah lagi, lokasinya yang tidak jauh dari jalan raya membuatnya mudah diakses, meskipun kamu perlu sedikit berjalan kaki untuk sampai ke situs batu ini.
Betoh Labeng mengajarkan kita bahwa bahkan di zaman kuno, manusia sudah memiliki cara-cara unik untuk berinteraksi dengan alam dan memahami perubahan musim.
Jadi, kalau ada kesempatan berkunjung ke Bondowoso, jangan lupa mampir ke Betoh Labeng dan rasakan sensasi melihat masa lalu dari celah batu yang misterius ini!
Editor : Radar Digital