Inisiatif pria asal Desa Taman, Kecamatan Grujugan, ini bisa diapresiasi. Dengan kegigihannya, dia bisa menyulap sebuah waduk menjadi spot wisata yang menyajikan pemandangan indah ala anak senja. Seperti apa kisahnya?
FAQIH HUMAINI, Taman, Radar Ijen.
SIANG itu cuaca cukup terik. Namun, tak menciutkan semangat seorang laki-laki yang sibuk merawat sebuah waduk terisi beberapa jenis ikan.
Dia adalah Sonie Luckita Kurniawan, orang pertama yang berinisiatif menyulap sebuah waduk menjadi spot wisata lokal yang memanjakan mata.
Lokasinya berada di Dusun Pejaganan, Desa Taman, Kecamatan Grujugan.
Setelah puas memberi makan ikan, Sonie mulai bercerita awal mula dirinya membangkitkan semangat warga untuk menyulap waduk tersebut menjadi spot wisata. Kala itu pada tahun 2020, dirinya melihat potensi wisata di waduk tersebut.
"Berhubung ada potensi yang menarik wisatawan, maka kami kembangkan dengan mengelola menjadi tempat wisata,” ujarnya sembari mengingat-ingat masa itu.
Menurutnya, memang tidak mudah meyakinkan masyarakat agar bisa memanfaatkan potensi wisata.
Namun, lambat laun masyarakat mulai hadir dan semangat bergotong royong mempercantik waduk tersebut.
Awalnya, Waduk Kemiri hanyalah spot memancing.
Dalam setiap perlombaan, hasil pendapatannya sebagian juga disumbangkan kepada masyarakat miskin dan masjid. Hal itu sudah menjadi kesepakatan setiap pengurus yang mengelola waduk tersebut.
"Kalau waduknya sebelum saya lahir sudah ada. Namun, diubahnya menjadi spot wisata sejak empat tahun yang lalu," ungkapnya.
Setelah diubah menjadi spot wisata, Sonie saat itu ditunjuk menjadi pengelola tingkat I. Dirinya mulai membangun beberapa gazebo untuk tempat nongkrong para wisatawan. Di sana mereka bisa menikmati hamparan danau yang cukup indah.
Spot tersebut memang sangat strategis.
Lokasinya berada di hamparan persawahan yang luas. Pengunjung juga bisa menikmati langsung pemandangan Pegunungan Argopuro.
"Di sore hari memang sangat indah. Maka dari itu, saya mulai berinisiatif mengelola agar menarik hati para penikmat senja," katanya.
Hingga kini, tiket masuk ke wisata Waduk Kemiri digratiskan. Sebab, memang tujuan awalnya agar bisa dinikmati masyarakat banyak.
"Untuk tiket masuk gratis. Hanya cukup bayar parkir. Kami juga berdayakan masyarakat sekitar untuk bisa turut memanfaatkan peluang di bidang ekonomi," ujarnya.
Terbukti, hingga kini mulai banyak stan UMKM dari masyarakat sekitar. Mulai dari kopi hingga makanan ringan tersaji di lokasi Waduk Kemiri.
Uniknya, hingga kini waduk tersebut juga dipenuhi beragam jenis ikan yang indah.
Sonie cukup bangga dengan hasil jerih payahnya tersebut. Sebab, menurutnya, dengan digratiskan, spot wisata Waduk Kemiri menjadi amal jariah kepada masyarakat banyak. "Memang sejauh ini tidak kami komersialkan," bebernya. (c2/bud)
Editor : Radar Digital