BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID- Sekitar 15 menit dari pusat kota Bondowoso menuju Desa Klabang Agung, Kecamatan Tegal Ampel, terdapat Dam Gubrih yang mengairi lahan berhektar-hektar.
Di salah satu alirannya, di dusun Laok Bumuk, terdapat aliran yang lapang, membentuk layaknya danau.
Bentuk aliran mirip danau ini memanjang. Sebuah jalan beraspal ada di sisi barat aliran.
Di tengah aliran ini, terdapat jalan berpaving yang hanya cukup untuk dua kendaraan roda dua.
Para pengunjung biasa duduk di sisi timur aliran, sambil melempar kail mereka.
Sekitar belasan meter dari sisi paling utara aliran, terdapat beberapa rumah warga Desa Klabang Agung.
Sementara itu, sekitar 800 meter dari aliran tersebut, terdapat Dam Gubrih sebagai sumber aliran.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, justru pemancing lebih banyak memadati aliran Dam Gubrih daripada di Dam Gubrihnya.
Salah satu warga setempat Ainur Rofiq mengatakan, memang tempat tersebut banyak dipadati pemancing.
Terutama pada pagi dan sore hari. “Itu tidak cuma dari Desa Klabang Agung saja.
Tapi, dari kecamatan lainnya juga banyak,” ungkapnya.
Rofiq menyebutkan, tak banyak jenis ikan yang ada di aliran Dam Gubrih tersebut.
Adanya hanya ikan tawas, ikan klemar, dan ikan mujaer. Ukurannya pun tidak besar-besar.
“Sebenarnya dibilangnya memang sedikit ikan di sini. Tapi tetap saja banyak warga yang memancing di sini,” ungkap pria 26 tahun tersebut.
Tak jarang ada satu keluarga yang sengaja membawa bekal makanan untuk dimakan bersama.
Layaknya seorang pelancong yang tengah piknik. Ini lantaran hawanya yang cocok untuk bersantai.
“Tapi, memang kalau pagi dan sore hari paling enak suasananya. Udaranya segar, anginnya sepoi-sepoi, terus tempatnya juga lumayan luas,” ungkapnya. (hlb/sil)
Editor : Alvioniza