Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Keluhkan Stadion Magenda Bondowoso, Dua Klub Liga 3 Pilih Latihan di Lapangan Desa

Radar Digital • Kamis, 21 Desember 2023 | 00:20 WIB
SARANA OLAHRAGA: Warga Bondowoso memanfaatkan Stadion Magenda untuk jogging pada sore hari. Dua klub Liga 3 asal Bondowoso, Persebo Muda dan Persebo 1964, pun mengeluh dengan kondisi stadion milik Pe
SARANA OLAHRAGA: Warga Bondowoso memanfaatkan Stadion Magenda untuk jogging pada sore hari. Dua klub Liga 3 asal Bondowoso, Persebo Muda dan Persebo 1964, pun mengeluh dengan kondisi stadion milik Pe

BADEAN, Radar Ijen – Dua klub sepak bola asal Bondowoso, Persebo 1964 dan Persebo Muda memilih bermain di luar kandang, ketimbang kandang sendiri yaitu Stadion Magenda. Karena stadion yang memakai nama pahlawan Bondowoso itu kurang layak, bahkan merasa malu bila mengundang tim sesama Liga 3 untuk bertanding di Stadion Magenda.

Walau dua Persebo itu tidak bisa melanjutkan ke fase berikutnya di Liga 3 Jatim. Tapi mereka untuk latihan persiapan di Liga 3 Jatim beberapa waktu lalu, justru memilih lapangan desa ketimbang stadion. Sebab, Stadion Magenda kondisinya kurang layak.

Manajer Persebo 1964 Fauzi Cahyo Purnomo mengatakan, Stadion Magenda sempat dipakai klubnya latihan persiapan menyongsong Liga 3 Jatim. Pihaknya terkejut ternyata kondisi stadion sangat memprihatinkan. Namun, kala itu timnya memaksa untuk latihan di sana. “Memang sangat memprihatinkan kondisinya. Padahal Bondowoso punya dua klub di Liga 3 Jatim,” ungkapnya.

Berbeda dengan Persebo 1964, Persebo Muda justru tidak pernah berlatih di Stadion Magenda. Persebo Muda terpaksa berlatih di lapangan-lapangan desa yang bebas dipakai dan lebih layak dari segi kualitas lapangan. “Biasanya latihan di lapangan desa di Jambesari dan Sekarputih. Kadang juga di Lapangan Perintis,” kata Sekretaris Persebo Muda Agus Prastiawan.

Agus menyayangkan kondisi rumput lapangan Stadion Magenda yang kering. Beberapa sisinya bahkan berkerikil. Tentu hal tersebut tidak nyaman digunakan bermain sepak bola. Bahkan, membuat pemain rawan cedera. Melihat kondisi stadion yang memprihatinkan tersebut, tentu saja Persebo Muda akan malu bila mengundang kesebelasan di Liga 3 untuk bermain di Stadion Magenda. “Minimal itu lapangannya diperbaiki. Lapangan itu kan tempat mainnya, bukan di tribun. Paling tidak perhatian dari pemerintah itu lapangannya yang diperbaiki. Rumputnya dibaguskan lagi,” katanya.

Bahkan, kedua klub itu mengaku enggan mengajukan diri sebagai tuan rumah Liga 3 Jatim. “Tidak bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah. Stadion tidak memenuhi syarat,” kata Agus Prastiawan 

Kedua klub tersebut berharap pemerintah daerah merenovasi Stadion Magenda. Bahkan, Fauzi dari Persebo 1964 sanggup jika diberi kesempatan memperbaiki dan merawat stadion tersebut. “Saya pun bisa saja terpaksa pakai dana pribadi untuk renovasi stadion itu. Karena harapannya kami bisa menjadi tuan rumah di Liga 3 Jatim nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan Jawa Pos Radar Ijen pada akhir Oktober kemarin, Kabid Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Andrie Antonio Zola mengatakan, renovasi Stadion Magenda tidak masuk dalam rencana APBD Bondowoso 2024. Namun, pihaknya berusaha mengajukan anggaran renovasi Stadion Magenda ke pihak pusat, yakni menggunakan APBN. (mg1/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#stadion #Bondowoso