Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bendungan Dikuras, Ribuan Warga Berduyun-duyun Cari Ikan di Sungai Sampean Baru Bondowoso

Radar Digital • Jumat, 15 Desember 2023 | 22:20 WIB
PENCARI IKAN: Ribuan warga memadati Bendungan Sampean Baru, kemarin (14/12). Mereka mencari ikan dalam momen asatan atau pengurasan bendungan.
PENCARI IKAN: Ribuan warga memadati Bendungan Sampean Baru, kemarin (14/12). Mereka mencari ikan dalam momen asatan atau pengurasan bendungan.

Asatan atau pengurasan kembali dilakukan di Bendungan Sampean Baru yang terletak di Desa Pandak, Kecamatan Klabang, Bondowoso, kemarin (14/12). Bertahun-tahun kegiatan asatan di bendungan yang mengairi dua kabupaten tersebut selalu menarik perhatian warga. Lantas, bagaimana keseruannya?

SEBELUM pukul 06.00, Bendungan Sampean Baru sudah penuh orang dari berbagai kecamatan di Bondowoso. Lahan kosong di luar area bendungan juga penuh dengan kendaraan. Ratusan orang telah memadati bendungan ini untuk mencari ikan atau sekadar menonton proses asatan. Asatan merupakan proses saat bendungan dikuras untuk mengeruk lumpur yang mengendap.

Salah satu warga Tapen, Sudipno, mengatakan, dia sengaja datang sejak Subuh agar mendapat tempat yang pas untuk mencari ikan. Dia sudah tahu jadwal asatan sekitar dua minggu yang lalu, dan sengaja datang lebih awal. “Saya setiap tahun selalu ke sini. Kalau lagi kerja, ya, libur dulu kerjanya. Karena ini hanya setahun sekali. Eman. Banyak ikan soalnya,” ujarnya dengan senyum semringah.

Senyum Sudipno bukan tanpa sebab. Dia menjawab pertanyaan wartawan Jawa Pos Radar Ijen sambil menggendong karung besar yang berisi ikan. Dia memang merasa lelah. Namun, tetap bahagia karena dapat ikan melimpah. “Alhamdulillah, ini dapat ikan banyak. Beratnya bisa 15 kilogram lebih ini. Yang lain itu ada yang dapat dua karung,” ungkap pria berusia 50 tahun tersebut.

Namun, ada pula warga yang tidak beruntung. Sebab, hanya mendapat sedikit ikan tangkapan. Padahal posisinya berada di dekat pintu air. Seperti yang dialami Sodik. “Mungkin karena airnya deras, ya, setelah pintu air dibuka. Jadinya jarang ada ikan yang masuk jaring,” ungkap Sodik. Dia mengira di tempat itu dia akan mendapat banyak ikan. Namun, ternyata tidak. Akhirnya, dia pulang dengan sedikit ikan tangkapan. “Tapi tetap seru. Karena memang ini momennya satu tahun sekali,” ungkap pria asal Kecamatan Cermee tersebut.

Asatan dalam istilah pengairan disebut penggelontoran. Disebut penggelontoran karena tujuan asatan adalah untuk menghanyutkan lumpur yang mengendap di dasar bendungan. (mg1/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#kuras bendungan #Bondowoso