RADARJEMBER.ID – Topeng Kona dalah salah satu unsur seni yang termasuk dalam seni pertunjukan Singo Ulung yang berasal dari Kabupaten Bondowoso.
Topeng Kona tercipta dari kearifan lokal masyarakat Desa Pesanggrahan yang sekarang berganti nama menjadi Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Tarian ini dibawa oleh Mbah Singo ulung atau Bujuk Seng pad atahun 1492 silam.
Tarian ini mengisahkan tentang sang pembabat alas Desa Blimbing yaitu Bujuk Seng. Nama Topeng Kuna diambil dari kata Bahasa Madura, “Topeng” yang berarti topeng dan “Kona” yang berarti kuna. Dapat disimpulkan bahwa kesenian Topeng Kona adalah kesenian topeng yang telah ada sebelum kesenian-kesenian topeng lain yang ada di Kota Tape tersebut.
Topeng Kona merupakan symbol dari Demang Desa Blimbing yang Bernama Juk Seng, nama seorang bangsawan yang nama aslinya sendiri masih belum diketahui. Juk Seng terdiri dari dua unsur kata, yakni kata “Juk” yang berasal dari kata Jujuk, yang artinya embah dan kata “Seng” yaitu Senga, yang berarti Singa.
Kesenian Topeng Kona biasanya dilakukan satu tahun sekali pada upacara adat selamatan desa, yakni pada tanggal 13 sampai 15 bulan Sya’ban.
Sebulan sebelum bulan sya’ban, tepatnya pada tanggal 15, warga mengadakan sholawatan dan pengajian lengkap dengan tarian-tariannya. Kesenian Topeng Kona sendiri mulai dilakukan pada tanggal 13 Sya’ban sebagai pembukaan dan pengumpulan hasil pertanian dari warga setempat untuk dimasak dan digunakan sebagai sasaji.
Semakin berkembangnya zaman, topeng Kona mulai mengalami perubahan secara perlahan dan mulai meluas. Mulai dari perubahan Gerakan tari, baju tari, alat music, pola dan koreografi lantai. (mm2/bud)
Editor : Radar Digital