RADARJEMBER.ID – Gunung Piramid diberi julukan sebagai “The Most Dangerous Climbing Route” karena jalur pendakian untuk menuju gunung ini memang cukup sulit.
Gunung Piramid memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khusunya para pecinta alam yang suka mendaki gunung.
Gunung Piramid adalah bagian dari Gunung Argopuro yang berada di Kabupaten Bondowoso. Nama “Piramid” berasal dari bentuknya yang mirip dengan piramida Mesir, berbentuk lancip katas.
Tinggi gunung ini memang hanya 1.521 mdpl. Namun, gunung ini mememiliki tingkat kemiringan yang sangat ekstrim sehingga membuat jalur pendakiannya cukup sadis dan sulit. Bahkan, banyak pihak beranggapan bahwa kemiringan Gunung Piramid bisa mencapai 90 derajat.
Terdapat jalur Punggung Naga yang menuju ke puncak sisi kanan kirinya adalah tebing dan jurang curam. Jalur Punggung Naga adalah jalur lintasan dengan lebar setapak sepanjang 1.5 kilometer.
Punggung terakhir menuju puncak juga berbahaya karena posisi tebingnya sudah 50 meter vertikal dan tidak ada tali pengaman seperti di Gunung Raung. Jika terjadi kecelakaan atau jatuh, tidak ada batu atau pohon yang bisa dipengang. Ketika pendaki salah melangkah sedikit saja, maka akan terjadi kejadian yang fatal
Sementara itu, pendaki akan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke puncak Gunung Piramid. Waktu normal seorang pendaki profesional untuk menuju camping ground sekitar 3 jam, sedangkan dari camping ground menuju puncak sekitar 3 – 5 jam lamanya.
Tak hanya itu, warga sekita juga menghimbau jika mendaki Gunung Piramid jangan sampai mengambil apapun seperti buah-buahan. Ketika pendaki nekat untuk melanggar, maka diyakini ia tidak akan bisa kembali atau cidera.
Di dalam Gunung Piramid juga terdapat sebuah batu yang memiliki nama Batu Langgar yang dianggap keramat oleh warga setempat. Para pendaki diminta agar tidak sembarangan dan menjaga kesopanan ketika berada di wilayah Batu Langgar. (mm2/bud)
Editor : Radar Digital