DABASAH, Radar Ijen – Tren batu akik kini telah memudar. Walau begitu, masih ada yang menggantungkan hidupnya pada batu akik. Seperti para pedagang batu akik di Pasar Induk Bondowoso. Ternyata, para kolektor yang membuat pedagang batu akik tetap eksis.
Salah satu penjual batu akik di Pasar Induk Bondowoso, Samsul Arifin, menjelaskan, dirinya setiap hari selalu menanti pengunjung untuk bisa menjual dagangan batu akik miliknya. "Sudah sepi. Hanya segelintir orang yang datang," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Tren batu akik sempat memuncak, beberapa tahun silam. Batu akik sempat diburu oleh masyarakat sekitar tahun 2014–2015 lalu. Hal itu karena Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono sempat memberikan cendera mata berupa batu bacan kepada Presiden Amerika, Barack Obama. Alhasil, pada waktu itu batu akik menjadi perbincangan.
Namun, kini kondisi tersebut sudah berbalik. Penggemar batu akik yang awalnya dari berbagai kalangan, kini hanya tersisa sedikit. Setiap harinya, Samsul hanya menerima pesanan perbaikan dari kolektor. Hampir tidak ada yang melirik batu akik yang dia pajang. Kalaupun ada yang melirik, pasti rata-rata yang membeli adalah seorang kolektor untuk disimpan.
Salah satu kolektor batu akik asal Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Ali Rifqi, menjelaskan, dirinya mulai menyukai batu akik sejak tahun 2000-an. Sebelum batu akik mengalami tren di Bondowoso, dirinya mengaku sudah mengoleksi beberapa jenis. "Saya penggemar batu akik dari dulu. Di rumah, koleksi saya terbilang lengkap. Mulai dari bacan, merah delima, giok, hingga safir juga ada di rumah," pungkasnya. (mgi1/faq/c2/dwi)
Editor : Radar Digital