Meski sudah menerjunkan empat armada, namun proses pemadaman berjalan cukup lama. Karena gudang itu dipenuhi barang mudah terbakar. Selain itu, angin juga bertiup cukup kencang dan petugas kesulitan mendapatkan air.
BACA JUGA: Damkar Di-prank Laporan Kebakaran
Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso Toha Satriono mengatakan, kejadian tersebut diketahui setelah ada laporan dari masyarakat, kurang lebih pukul 02.13 dini hari. Petugas langsung menuju lokasi dengan semua armada yang dimiliki. “Ketika sampai di lokasi, petugas menemukan lima titik api yang menyala bersamaan,” katanya.
Dia mengatakan, barang-barang yang terbakar di antaranya limbah kayu atau triplek, yang diduga digunakan untuk bahan pembuatan pelet. Material itu mudah terbakar, apalagi keadaannya memang kering. “Atapnya juga ada serabut. Itu juga memicu api tak kunjung padam,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terkait pemadaman yang berjalan cukup lama, dia mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh petugas. Salah satunya jauhnya jarak untuk mengisi ulang air. Karena hidran di tempat itu sudah tidak berfungsi. “Kami harus mengambil air dengan jarak kurang lebih tiga kilometer,” paparnya.
Sejauh ini, belum diketahui secara pasti penyebab kejadiannya. Tim Inafis Polres Bondowoso masih melakukan olah TKP menyelidiki insiden tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 miliar lebih. “Informasinya, mesinnya saja mencapai Rp 20 miliar. Belum lagi barang yang lain,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ilham Wahyudi
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital