Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Awal Kemarau, Beberapa Desa di Bondowoso Mulai Krisis Air Bersih

Radar Digital • Jumat, 26 Mei 2023 | 23:31 WIB
DISTRIBUSI AIR: Petugas BPBD Bondowoso mendistribusikan air bersih ke warga Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, belum lama ini. (BPBD Bondowoso untuk Radar Ijen)
DISTRIBUSI AIR: Petugas BPBD Bondowoso mendistribusikan air bersih ke warga Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, belum lama ini. (BPBD Bondowoso untuk Radar Ijen)
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Meski baru awal musim kemarau, namun beberapa desa di Bondowoso telah mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Mereka harus mendatangkan air dari luar untuk memenuhi kebutuhan minum, mandi dan lain sebagainya. Salah satunya adalah Desa Purnama di Kecamatan Tegalampel.

Kondisi semacam ini hampir dialami setiap musim kemarau. Sehingga, warga perlu mendapat suplai air bersih dari luar. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, ada sekitar lima desa yang mengalami kekeringan setiap musim kemarau. Yakni Desa Purnama, Mandiro, Leprak, Sumbersari dan Desa Lumutan.

BACA JUGA: Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah Ponpes, Pastikan Ada ASN Jadi Tersangka

Sekretaris BPBD Bondowoso Andri Setiawan mengatakan, beberapa desa tersebut menjadi langganan kekeringan setiap musim. Bahkan, untuk menikmati air bersih, pihak desa kerap mengajukan bantuan ke pemerintah daerah. "Kemarin kami dua kali pengiriman menggunakan truk tangki air berkapasitas 5.000 liter ke Desa Purnama," katanya.

Dia menyebut, untuk Desa Purnama saja, ada beberapa titik atau dusun yang selalu menjadi objek pengiriman air bersih. Sebab, sumber air di wilayah itu sudah mengering. "Jika memasuki masa kemarau di sana memang kesulitan air. Pihak desa pasti mengirim surat permohonan ke BPBD untuk droping air bersih,” paparnya.

Rata-rata kekeringan itu dialami oleh wilayah yang berada di ketinggian. "Dalam satu desa itu kadang hanya beberapa dusun saja yang mengalami kekeringan. Dan rata-rata berada di ketinggian" tambahnya.

Dia mengimbau agar warga melalui pemerintah desa yang mengalami kekeringan, mengajukan surat ke BPBD untuk pengiriman air bersih. "Silakan ajukan saja ke BPBD. Nanti kami proses sesuai dengan prosedur pengirimannya. Kami kan tidak mengetahui mana yang mengalami kekeringan, kalau ada surat jadi lebih jelas," terangnya.

Dia juga menjelaskan, kemarau saat ini diprediksi akan berlangsung lama. Oleh sebab itu, kebutuhan air akan terus diprioritaskan bagi wilayah kekeringan. "Ini baru masuk kemarau ya, jadi kemungkinan masih akan panjang," pungkasnya. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Kekeringan #Krisis Air Bersih