Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tambal Pakai Semen Bisa Berbahaya

Safitri • Senin, 22 Mei 2023 | 20:20 WIB
Photo
Photo
GRUJUGAN KIDUL, Radar Ijen – Aksi warga Grujugan Kidul yang gotong-royong menambal jalan berlubang memang jempolan. Apalagi hal itu didasari oleh minimnya anggaran perbaikan infrastruktur. Namun, bila menambal jalan asal-asalan, juga bisa jadi celaka. Apalagi, ditambal dengan cor semen.

BACA JUGA : Jam Buka Tutup PKL Tak Berfungsi, Kios Pedagang Pasar Induk Terhalang

Dosen teknik sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember, Dr Muhtar, mengatakan, material aspal tidak dapat menyatu dengan semen. Aspal ketika terkena panas akan meleleh. Sementara, semen tidak demikian. “Jalan beton tidak menjadi masalah jika ditambal dengan semen cor. Namun, berbeda hal dengan jalan aspal, itu tidak akan menyatu dengan semen,” katanya.

Bahkan, proses tambal sulam jalan aspal dengan menggunakan semen juga membahayakan bagi pengguna jalan. “Misalnya nambalnya ala kadarnya tanpa dengan ilmu. Terus, tambalnya tidak rata, itu justru juga membahayakan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, sejatinya, aspal yang ditambal dengan semen dapat membahayakan jika tidak menggunakan teknologi yang benar. “Misalnya, warga tidak tahu cara mengecornya, campurannya, dan yang lainnya. Sehingga ketika dilewati dengan berat tertentu akan mengelupas. Lalu kerikilnya akan keluar dan membahayakan bagi pengguna jalan,” paparnya.

Dosen Teknik Sipil Universitas Jember, Dr Anik Ratnaningsih, menambahkan, adanya aksi tanggap menyikapi jalan berlubang dengan ditutup semen adalah upaya yang bagus. Sebab, bisa mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang.

Namun, perlu diketahui, penambalan dengan cor semen hanya bersifat sementara dan tidak permanen. “Jalan aspal berlubang dan ditambal dengan semen, tidak bisa nyokot (merekat, Red),” ujarnya. Pada waktu tertentu, tambalan semen tersebut akan terlepas lagi.

Dia menjelaskan, perbaikan tipe jalan memang ada dua, yaitu dengan model aspal dan cor semen. Namun, kedua bahan itu tetap tidak bisa menyatu. Tapi, bila hanya untuk mengisi jalan berlubang, itu sudah cukup bagus. “Antara disemen atau tidak, ya, lebih baik disemen daripada dibiarkan berlubang,” paparnya.

Lantas, berapa lama kekuatan tambalan semen tersebut? Anik menjelaskan, tambalan semen cor itu tidak akan bisa bertahan selama setahun. Dosen yang menyelesaikan pendidikan doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu menambahkan, sebenarnya ada bahan penambalan jalan berlubang yang bisa dipakai warga dan lebih aman dari semen cor, yaitu memakai cold mix asphalt.  (mun/c2/dwi) Editor : Safitri
#Bondowoso