Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ada Dua Kades Jadi Bacaleg

Safitri • Senin, 22 Mei 2023 | 20:18 WIB
NYALON: Marta Suprihastini (tengah), Kades Penambangan yang memutuskan untuk maju sebagai bacaleg.
NYALON: Marta Suprihastini (tengah), Kades Penambangan yang memutuskan untuk maju sebagai bacaleg.
TAMANSARI, Radar Ijen - Masa pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) sudah resmi usai. Dari sekian banyak bacaleg dari berbagai partai politik (parpol), ternyata ada dua kepala desa (kades) yang maju sebagai bacaleg.

BACA JUGA : Tim Gabungan Buka Jalan Provinsi di Aceh Tamiang yang Tertimbun Longsor

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso Harriyah Yulianti mengatakan, hingga kini ada dua kades yang membuat laporan resmi bahwa akan menjadi salah satu bacaleg pada Pemilu 2024 mendatang. Sehingga harus mengundurkan diri, sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Yang masuk ke kami untuk sementara hanya dua desa,” katanya.

Kades yang dimaksud di antaranya Marta Suprihastini, Kades Penambangan, Kecamatan Curahdami. Dia tercatat sudah menjabat dua periode. Serta Didik Yulianto, Kades Kladi, Kecamatan Cermee. Mereka maju berkontestasi merebut 45 kursi DPRD Bondowoso bersama 637 bacaleg lainnya.

Dari 16 parpol, hampir semuanya memiliki 45 bacaleg. Hanya sejumlah partai yang tidak sampai 45 bacaleg. Misalnya PSI yang mendaftarkan 14 orang saja, Perindo 10 orang, serta Partai Umat 28 orang.

Ketua KPU Bondowoso Junaidi mengatakan, hingga hari terakhir memang dua partai yang tidak mendaftarkan diri. Yakni Partai Buruh dan Partai Garuda. Pihaknya bahkan telah mencoba melakukan koordinasi, namun tidak ada jawaban. Selain itu, dia menegaskan, sebenarnya parpol tidak harus memenuhi 45 orang bacaleg.

Saat ini, Jun, sapaannya.  menuturkan, pihaknya masih melakukan verifikasi administrasi hingga Juni mendatang. Sebelum menetapkan daftar calon sementara, dia mengaku akan mengembalikan administrasi yang tidak lengkap agar diperbaiki. “Mana yang betul, mana yang belum memenuhi syarat,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Bondowoso #Politik