BACA JUGA : Sempat Anjlok 58 Persen, Rata-Rata Penumpang Bus Kini Capai 1.000 Orang
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, vandalisme dilakukan pada batang pohon pelangi dengan cara digores, yang melukai pohon tersebut. Vandalisme paling banyak ditemukan adalah nama seseorang bersama pasangannya. Ada yang terlihat sudah lama, ada pula yang masih baru.
Muhlisin Lahuddin, salah seorang pengunjung, mengaku menyayangkan adanya aksi vandalisme di Hutan Pelangi itu. Mengingat tempat tersebut masuk dalam salah satu situs Ijen Geopark. Terlebih, menurutnya, jenis pohon itu masuk dalam kategori rawan punah. Karena itu, seharusnya dilestarikan dan dijaga dengan baik. “Apa sulitnya cuma datang, foto, dan menikmati keindahannya. Gak usah melakukan aksi-aksi vandalisme,” sesalnya.
Hutan Pelangi saat ini memang sudah mulai banyak dikunjungi. Termasuk oleh wisatawan dari luar daerah. Maklum saja, tumbuhan jenis ini masih jarang ditemui di tempat lain, meskipun sebenarnya Hutan Pelangi belum termasuk dalam destinasi wisata resmi. Keindahannya dapat dinikmati secara gratis.
Selain itu, pria yang akrab disapa Udin itu juga berharap kepada pengunjung serta pihak terkait lainnya untuk benar-benar melestarikan kekayaan alam yang ada di Bondowoso. Khususnya Hutan Pelangi yang sudah masuk dalam situs biologi Ijen Geopark. “Kalau ada tulisan vandalisme jadi tidak enak dipandang,” ucapnya.
Sementara itu, Moh Zuhri Afandi, salah seorang pengunjung asal Situbondo, mengaku cukup kecewa, karena keindahan pohon pelangi ternodai dengan adanya aksi vandalisme. Sehingga membuat pohon rusak. “Kalau ditanya kecewa, ya, pasti,” paparnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri