BACA JUGA : Operasi Pasar Hanya sebagai Pemanis
Mohammad Yusuf, salah seorang warga setempat, mengatakan, pohon yang berada di halaman sekolah tersebut roboh sekitar pukul 15.00. Pada saat itu memang hujan deras disertai angin kencang. "Atap sekolahnya kena. Tapi tidak terlalu parah," terangnya.
Yusuf menyampaikan, pohon tumbang tersebut tidak menimpa bangunan sekolah. "Jatuhnya langsung memanjang ke lapangan. Jadi, tidak langsung menimpa bangunan sekolah," jelasnya.
Namun, kondisi pohon yang dahannya lebar tersebut membuat atap sekolah yang ada di samping kanan dan kiri pohon juga terkena imbasnya. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebagian genting bangunan sekolah tersebut rusak. "Bagian ranting pohonnya itu mengenai atap. Jadinya ada yang rusak sedikit," terang Yusuf.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Anang Bachtiar mengatakan, tumbangnya pohon tersebut memang karena angin kencang. Selain itu, pohon besar di sekolah tersebut tidak dilakukan pemangkasan. “Kalau pohonnya dipangkas, risiko pohon tumbang itu bisa dikurangi. Karena terpaan angin akan berkurang,” paparnya.
Menurutnya, pohon yang sudah tua itu tidak boleh dibiarkan rindang, dan harus dipangkas. Dengan demikian, potensi pohon tumbang akibat angin kencang bisa diminimalkan. "Pohon di usia tua itu harus sering-sering dipotong rantingnya. Sehingga, tidak mudah roboh saat ada angin," tambahnya. Beruntung, pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Sebab, saat pohon itu tumbang, tidak ada aktivitas apa pun di sekolah. (aln/c2/dwi)
Editor : Safitri