BACA JUGA : Banner Penolakan Kedatangan Anies Baswedan, Mulai Ada Black Campaign
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kebakaran tersebut terjadi kurang lebih pukul 02.00 dini hari. Tepatnya saat penghuni rumah sedang tertidur pulas. Pertama kali kejadian itu diketahui oleh Suriah, ibu korban, yang melihat kepulan asap dan api di ruang tengah rumahnya.
Mengetahui kejadian itu, korban segera menyelamatkan diri dan barang-barang berharga lainnya. Sembari meminta bantuan warga yang ada di sekitarnya, untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran mendatangi tempat kejadian.
Kasi Pemadam Kebakaran Bondowoso Martanto Budi Santoso menerangkan, hingga kini belum diketahui penyebab pasti terjadinya kebakaran. Sebab, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Meski begitu, ada dugaan penyebabnya adalah korsleting listrik dan obat nyamuk. "Kalau di kamar mungkin obat nyamuk. Tapi, kalau di ruang tengah ini, apa korsleting listrik atau gimana itu yang belum kita pastikan," terangnya.
Untuk melakukan pemadaman, Martanto mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Satpol PP Bondowoso. Mereka kemudian melakukan pemadaman dibantu oleh warga sekitar. Meski kondisi angin tidak kencang, proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama. "Pukul 05.00 api baru bisa kami padamkan," imbuhnya.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. tapi, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Target awal dari tim pemadam kebakaran memang mengeluarkan korban terlebih dahulu. Mengingat para penghuni rumah itu sudah lansia. "Begitu nyampe kami amankan dulu di sekitarnya. Terutama mungkin ada nyawa atau korban di situ," pungkasnya. (ham/c2/fid) Editor : Safitri