https://radarjember.jawapos.com/berita-bondowoso/08/11/2022/puting-beliung-makin-sering/
Asatan yang dilakukan setiap pergantian musim tersebut selalu menyedot perhatian masyarakat. Bahkan, hingga Situbondo. Pihak Bendungan Sampean Baru tersebut sampai mengerahkan setidaknya 54 personel untuk melakukan pengamanan. “Ada 54 petugas keamanan dari petugas bendungan se-Tapal Kuda juga ditambah petugas koramil dan kepolisian,” papar Yulianto, tim monitor Bendungan Sampean Baru.
Mengerahkan petugas yang banyak itu untuk melindungi keselamatan masyarakat yang mencari ikan. “Kami mengkhawatirkan masyarakat mencari ikan ke hulu bendungan,” paparnya.
Menurutnya, jika terdapat masyarakat yang mencari ikan di hulu, ada potensi orang tersebut akan turut hanyut bersama lumpur. Sehingga, penjagaan secara ketat dilakukan oleh personel di jalur menuju hulu tersebut. "Walau belum pernah ada yang meninggal dunia, tapi kami tahu potensi bahayanya. Makanya setiap asatan mengerahkan petugas keamanan," ujarnya.
Yulianto menuturkan, semua masyarakat diarahkan ke hilir jika ingin menangkap ikan. "Risikonya sangat besar. Jadi, masyarakat diperbolehkan turun ke sungai mencari ikan, saat deras air dari bendungan sudah menurun," urainya.
Selain itu, pihak bendungan memakai pelantang suara untuk memberikan informasi saat pintu bendungan hendak dibuka. Sehingga para pengunjung yang berada di hilir bendungan bisa berhati-hati dan tidak memilih turun ke lokasi. "Kami juga memakai pelantang suara. Agar masyarakat tidak sembarangan turun ke lokasi pembuangan bendungan," ulasnya.
Sebelum asatan, lanjutnya menjelaskan, pintu bendungan ditutup rapat. Sehingga, lumpur yang ada di dasar bisa menumpuk di kantongnya. Yuliyanto menambahkan, asatan tersebut tidak berdampak terjadinya banjir di Situbondo. Justru pengurasan itu diupayakan menjadi antisipasi, agar tidak terjadi banjir jika terjadi hujan deras. "Tidak berbahaya pada Situbondo. Karena asatan sebagai langkah normalisasi kapasitas bendungan,” paparnya.
Jurnalis: Zaini Dahlan
Fotografer: YULIANTO UNTUK RADAR IJEN
Editor: Dwi Siswanto Editor : Maulana Ijal