Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tumpukan Sampah di Jalan Menuju TPA Taman Krocok

Safitri • Rabu, 26 Oktober 2022 | 19:30 WIB
SERIUS: Sejumlah akademisi dari 11 perguruan tinggi bersama Dinsos P3AKB Bondowoso ketika melakukan penyusunan raperdes dan RKD Pencegahan Pernikahan Anak.
SERIUS: Sejumlah akademisi dari 11 perguruan tinggi bersama Dinsos P3AKB Bondowoso ketika melakukan penyusunan raperdes dan RKD Pencegahan Pernikahan Anak.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Lalat-lalat itu hinggap dan terbang bebas, di antara tumpukan sampah. Namun, tidak seperti biasanya, sampah tersebut bukan berada di tempat pembuangan sementara (TPS), maupun di TPA Taman Krocok. Melainkan di sepanjang badan jalan masuk menuju tempat TPA Taman Krocok. Bau menyengat dan pemandangan tak sedap pun, menjadi langganan warga sekitar, sejak kurang lebih dua pekan terakhir.

BACA JUGA : Waspada Ancaman Krisis Pangan Dunia, 11 Komoditas Pertanian Jadi Perhatian

Tidak jarang warga yang mengeluh akibat adanya hal ini. Utamanya saat malam hari dan angin kencang, bau menyengat yang ditimbulkan sampai ke permukiman warga di sekitarnya. Seperti yang disampaikan oleh Hadi, warga Sumber Kokap, Kecamatan Taman Krocok.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, dia mengaku ketika malam hari bau menyengat dari tumpukan sampah sampai ke rumahnya. Hal ini terjadi kurang lebih sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Meski begitu dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ternyata sampah tersebut terpaksa diletakkan di badan jalan. "Bau sekali sama tidak enak dipandang sampahnya,” paparnya. Hampir separuh badan jalan menuju TPA, dipenuhi oleh sampah bermacam jenis. Baik organik maupun non organik.

Menanggapi hal itu, Erfan Rendy Wibowo, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso, menyampaikan, kejadian ini akibat keterbatasan lahan TPA yang dimiliki. Luasnya hanya 1,6 hektare, sementara sampah yang masuk setiap hari, kurang lebih 60 ton. "Itu pun sudah hampir penuh, mungkin 1,4 hektare yang sudah terpakai," katanya.

Kemudian ditambah dengan satu-satunya ekskavator yang dimiliki TPA Taman Krocok itu rusak. Sehingga, sampah yang seharusnya bisa dipindahkan, itu tidak bisa dilakukan. Akibatnya, berdampak panjang, yaitu truk sampah tidak bisa menjangkau lokasi pembuangan sampah dan berujung sampah dibuang di jalan menuju TPA Taman Krocok. "Dikhawatirkan membahayakan. Jadi, ditaruh di lahan-lahan yang dimungkinkan bisa dilakukan pembuangan sampah," jelasnya.

Ervan juga menegaskan, jika ekskavatornya sudah kembali berfungsi. Maka akan langsung dilakukan memindahkan sampah yang berada di badan jalan tersebut. "Kalau berbicara waktu kapan sampah di badan jalan itu dibersihkan, kami masih melihat kondisi ketersediaan alat,” pungkasnya. (c1/dwi)



Sarankan Gandeng Pihak Ketiga

Sampah merupakan masalah yang harus dihadapi bersama, oleh semua lapisan masyarakat. Baik masyarakat biasa maupun pemerintahan. Mengingat jika dikelola dengan tepat, benda yang tak ternilai ini, juga dapat meningkatkan ekonomi, bahkan jadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, tidak lagi menjadi persoalan yang terus berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal ini, Sinung Sudrajat, wakil ketua DPRD Bondowoso, menyarankan agar Pemkab Bondowoso menggandeng pihak ketiga untuk pengelolaan sampah di TPA Taman Krocok. “Pihak ketiga yang digandeng adalah yang profesional. Memiliki keahlian, kompetensi, dan pengalaman dalam pengolahan sampah.

Dengan dikelola secara profesional, kata dia, sampah yang masuk ke TPA Pakusari bisa lebih dimanfaatkan lagi. Sehingga, sampah tidak berakhir menjadi sampah tapi menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. "Saat ini memandang sampah, harus dari sudut berbeda. Bisa jadi karena sampah bisa menjadi penyumbang PAD, karena memiliki nilai ekonomi," katanya.

Menurut dia, memakai pihak ketiga dalam pengolahan sampah di TPA, bukan menjadi hal yang baru. Sebab, beberapa daerah telah melakukan hal demikian. "Banyak daerah lain yang bisa dijadikan sebagai contoh. Yaitu memakai pihak ketiga dalam pengolahan sampah TPA," tegasnya.

Menggandeng pihak ketiga, juga dianggap sebagai langkah efisiensi anggaran pengelolaan sampah. Dengan catatan, pihak tersebut tidak hanya asal tunjuk. Melainkan sudah melewati berbagai tahap seleksi. Mengingat ketika sampah dikelola dengan baik, juga dapat meningkatkan PAD.

Dikonfirmasi terkait penumpukan sampah di badan jalan, akibat ekskavator di TPA rusak. Sinung menegaskan, pada akhir tahun ini akan ada penambahan satu ekskavator baru. Sebenarnya hal ini sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Namun karena refocusing anggaran, akibat pandemi Covid-19, terpaksa baru terealisasi tahun ini. "Harapannya bisa mengatasi persoalan sampah yang menggunung," paparnya.

Lebih lanjut, legislator PDIP Bondowoso ini juga menuturkan, ketika terjadi pembiaran terhadap sampah. Maka, akan ada persoalan baru. Salah satunya menimbulkan bau tidak sedap, sehingga ada potensi penyakit bagi warga sekitar TPA. "Saya akan bantu komunikasi dengan DLH. Minimal untuk mengatasi sementara waktu," pungkasnya. (ham/c1/dwi) Editor : Safitri
#Bondowoso #Sampah