Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Empat Kecamatan Tanpa Keterwakilan Perempuan

Safitri • Selasa, 25 Oktober 2022 | 21:18 WIB
BELUM DIPERHATIKAN: Salah satu petugas Bawaslu Bondowoso menunjukkan hasil kelulusan tes CAT panwascam. Empat kecamatan diketahui tanpa keterwakilan perempuan.
BELUM DIPERHATIKAN: Salah satu petugas Bawaslu Bondowoso menunjukkan hasil kelulusan tes CAT panwascam. Empat kecamatan diketahui tanpa keterwakilan perempuan.
NANGKAAN, Radar Ijen - Kelulusan calon panwascam melalui computer assisted test sudah diumumkan. Beberapa peserta dari berbagai kecamatan telah mengisi ruang tersebut. Namun, hal itu berbanding jauh dengan panduan umum rekrutmen panwascam Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bondowoso. Sebab, terdapat empat kecamatan yang tidak ada keterwakilan perempuan.

BACA JUGA : Jumlah Perahu Nelayan Bertambah, Perlu Ada Tambahan Pelabuhan Perikanan

Koordinasi Divisi Sumber Daya Manusia (Kordiv SDM) Bawaslu Bondowoso Ridwanto menyatakan, beberapa kecamatan yang tidak diisi oleh perempuan memang menjadi ketentuan dari hasil tes CAT. Yakni Kecamatan Binakal, Klabang, Jambesari Darussholah, dan Grujugan.

Menurutnya, pada rekrutmen beberapa pekan kemarin, dari setiap kecamatan sudah terdapat keterwakilan perempuan. "Meskipun perempuan, kalau nilainya rendah, pasti tidak lulus," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Menurutnya, pihaknya tidak bisa mengintervensi delegasi perempuan untuk lulus di tes perdana. Sebab, semua ketentuan berdasarkan hasil tes CAT. Apalagi tidak ada pembedaan antara laki-laki dengan perempuan. "Hanya saja, kalau nilai keenam besar antara laki-laki dan perempuan, maka otomatis mengedepankan perempuan,"  ucapnya.

Ridwan menambahkan, 30 persen keterwakilan perempuan itu ada di setiap kecamatan. Bahkan untuk keterlibatan itu dilakukan sampai pelaksanaan pemilu. Namun, karena ketentuan lulus berdasarkan hasil tes, maka terdapat peserta perempuan yang tidak lulus di beberapa kecamatan. Termasuk empat kecamatan yang saat ini tidak ada keterlibatan perempuan. "Sebesar 30 persen keterlibatan perempuan sampai pemilu selesai," ungkapnya.

Pada intinya, kata Ridwan, keterlibatan perempuan tidak hanya bersifat partisipatif dalam rekrutmen saja. Melainkan perannya betul-betul dibutuhkan hingga momentum politik ini selesai. Sebab, hal tersebut sudah menjadi panduan umum di setiap Bawaslu daerah untuk memerankan kalangan perempuan di dalamnya.

"Itu sudah sesuai dengan panduan umum. Kalau memang hasil kelulusan tidak ada perempuan di beberapa kecamatan, bukan berarti tidak mengikuti panduan," tegasnya.

Keterlibatan perempuan di beberapa kecamatan itu bisa saja berkurang setelah tes seleksi wawancara bagi calon peserta yang lulus tes CAT. Menurutnya, kemarin malam tes wawancara baru selesai. Bisa saja terdapat pengurangan dari jumlah perempuan di beberapa kecamatan, atau justru tetap seperti hasil tes pertama. "Kalau memuaskan hasil wawancaranya, bisa saja perempuan bertahan," ulasnya. (aln/c2/fid)

 

  Editor : Safitri
#Bondowoso