BACA JUGA : Pemberlakuan Seragam Adat di Sekolah, Tak Ingin Bebani Wali Murid
Sirup obat memang menjadi pilihan orang tua, ketika sang buah hati jatuh saki. Karena praktis, obat sirup terbilang mudah didapat. Maka tidak heran, ketika anak demam, batuk, maupun sakit lainnya, maka pilihannya banyak ke sirup.
Toni Suprayitno, Kepala Bagian Pengadaan dan Keuangan Apotek Safari, menyampaikan, saat ini semua sirup yang ada di tempatnya terpaksa harus dijadikan sebagai pajangan saja. Seba, pihaknya tidak menjual barang tersebut kepada masyarakat. Sesuai dengan imbauan dari pemerintah. Tidak bisa dipastikan juga, apakah obat sirup untuk anak dapat kembali dijual, dikembalikan, atau tidak dapat dijual selamanya. "Kami masih menunggu informasi selanjutnya dari BPOM," katanya.
Saat ini, ia tengah menunggu surat pemberitahuan resmi untuk mengembalikan sirup-sirup ke produsen. Hanya ada satu obat merk Unibebi Cough Syrup yang ditarik. Sementara untuk sirup lain, seperti Termorex, Flurin DMP, Unibebi Deman, dan Unibebi Demam Drops, belum ada pemberitahuan untuk menarik barang-barang itu dari peredaran.
Meski begitu, ada saja masyarakat yang datang dan berniat untuk membeli obat sirup. Oleh sebab itu, mereka memiliki tugas tambahan, untuk menjelaskan adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPOM. Bahwa untuk saat ini tidak boleh menjual barang tersebut. "Ya akhirnya mereka tidak jadi beli," imbuhnya.
Selain itu, dia juga menyarankan kepada para orang tua yang anaknya sakit untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. Agar bisa mendapatkan obat dengan dosis yang sesuai dari dokter yang bersangkutan. Mengingat, anak membutuhkan racikan obat yang pas. Apalagi pihak apotek tidak dapat menentukan dosis yang dibutuhkan. "Alternatifnya ya obat tablet digerus. Itu pun harus pakai resep dokter," tegasnya.
Lebih lanjut, Toni juga memastikan, untuk penghasilan setiap harinya, setelah adanya surat edaran dari Kemenkes dan BPOM, apoteknya mengalami penurunan pendapatan secara drastis. "Ini memang perlu usaha lebih kami, agar pendapatan apotek kembali meningkat," pungkasnya. (dwi/c2)
Editor : Safitri