Kejadian pertama di Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, Minggu (11/9). Kedua terjadi di Desa Dawuhan, Kecamatan Tenggarang, Senin (12/9). Selanjutnya kemarin (13/9) terjadi di Kelurahan Sukowiryo, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso. Kejadian tersebut membuat prihatin warga Kota Tape ini. Dikhawatirkan terdapat motif kekerasan sebagai penyebab kejadian tersebut.
Diketahui, korban pertama bernama Buri yang akrab disapa Pak Fiki. Korban asal Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Jasad korban ditemukan tergeletak di areal tanaman cabai. Korban kedua atas nama Abdur Rahman Saleh. Pria asal Desa Karang Anyar ini, ditemukan tak bernyawa di pinggir lahan tanaman padi. Sementara korban terakhir adalah Sunartono, warga Kelurahan Sukowiryo ini didapati tidak bernyawa di dalam rumahnya.
BACA JUGA: Kecelakaan Roda Dua di Bondowoso, hingga Kendaraan Terbakar
Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agus Purnomo mengatakan, tidak ada motif apapun atas kematian tiga orang tersebut. Dia meminta masyarakat tidak khawatir adanya kekerasan. Menurutnya, kematian tiga warga itu murni karena riwayat penyakit yang dimiliki oleh korban. "Tidak ada tanda kekerasan apapun pada tiga jenazah itu," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, hari ini (14/9).
Hal tersebut dibuktikan dengan rekam medik saat dilakukan pemeriksaan di RSUD dr H Koesnadi Bondowoso. "Hasil pemeriksaan tiga korban di rumah sakit, tidak ada tanda kekerasan," urainya.
Selain itu, bukti-bukti di TKP yang dikantongi juga tidak menemukan indikasi kekerasan apapun. Kejadian itu murni disebabkan penyakit bawaan yang diderita korban. "Penyebab meninggalnya korban di dalam rumah juga sama dengan dua korban sebelumnya. Tidak ada indikasi kekerasan," pungkasnya. (*)
Reporter: Zaini Dahlan
Foto : Zaini Dahlan
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal