Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tubuh Panas dan Lemas, Jadi Tanda Terjangkit Leptospirosis dari Tikus

Safitri • Kamis, 18 Agustus 2022 | 22:58 WIB
AMBIL SAMPEL: Petugas medis tengah melakukan pembedahan untuk mengambil ginjal tikus yang berada di Desa Tarum, Kecamatan Prajekan. Satu warga di desa tersebut diduga mengalami gejala yang sama seperti leptospirosis.
AMBIL SAMPEL: Petugas medis tengah melakukan pembedahan untuk mengambil ginjal tikus yang berada di Desa Tarum, Kecamatan Prajekan. Satu warga di desa tersebut diduga mengalami gejala yang sama seperti leptospirosis.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Adanya warga yang diduga terpapar penyakit Leptospirosis ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Bondowoso. Beberapa kabupaten/kota di Jatim setiap tahun juga ada yang melaporkan kejadian yang sama. Sebelumnya, kasus serupa juga sempat terjadi di Kelurahan Tamansari, pada Juni 2021 lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso bergerak cepat melakukan penanganan dengan memasang perangkap tikus di sejumlah tempat. Hasil tangkapannya juga dibedah dan diambil ginjalnya untuk diteliti lebih lanjut.

BACA JUGA : Tips Atur Emosi Dalam Mengemudi

Bambang Hari Rusianto, Pengelola Program Zoonosis Dinkes Jatim, menyampaikan, dari sejumlah kabupaten/kota di Jatim, beberapa daerah rutin melaporkan kasus ini setiap tahun. Seperti Pacitan, Kabupaten Probolinggo, Sampang, Gresik, Lumajang, dan Bondowoso. "Jumlahnya ada yang banyak sekali. Ada yang cuma sepuluh sampai dua puluh yang terkena leptospirosis," katanya.

Penentuan daerah endemis, menurutnya, bergantung pada jumlah kasus yang ditemukan. Termasuk dalam beberapa tahun, selalu ditemukan kasus serupa. Maka dari itu, ketika sudah dinyatakan memiliki status tersebut, para tenaga kesehatan diharapkan memahami ketika ada masyarakat yang mengalami gejala ringan.

Dengan demikian, ada penanganan cepat. Seperti segera diberikan antibiotik, agar penyakitnya tidak parah. "Kasus kematian penyakit leptospirosis ini cukup cepat. Dari gejala awal sampai akhir, hanya sampai dua pekan," bebernya.

Dari sejumlah kabupaten tersebut, sudah ditemukan beberapa kasus kematian akibat penyakit itu. Oleh sebab itu, pihaknya bertekad agar tidak ada lagi kasus kematian di Jatim dengan berbagai upaya yang sudah ditentukan. Serta mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, ketika melakukan aktivitas di tempat dengan sanitasi kurang baik, kotor, berair, dan sebagainya. "Penyakit ini bisa ditularkan melalui tikus, sapi, dan sebagainya," imbuhnya.

Selain itu, dia juga menegaskan, jika terdapat masyarakat yang mengalami sakit demam setelah sepuluh hari beraktivitas di tempat tersebut, maka harus waspada dan segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. Masa inkubasi bakteri Leptospira interrogans adalah sepuluh hari, pasca-terkena ke manusia. "Tidak ada penularan dari manusia ke manusia untuk penyakit leptospirosis," pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri
#tikus #Bondowoso