BACA JUGA : Tips Atur Emosi Dalam Mengemudi
Bambang Hari Rusianto, Pengelola Program Zoonosis Dinkes Jatim, menyampaikan, dari sejumlah kabupaten/kota di Jatim, beberapa daerah rutin melaporkan kasus ini setiap tahun. Seperti Pacitan, Kabupaten Probolinggo, Sampang, Gresik, Lumajang, dan Bondowoso. "Jumlahnya ada yang banyak sekali. Ada yang cuma sepuluh sampai dua puluh yang terkena leptospirosis," katanya.
Penentuan daerah endemis, menurutnya, bergantung pada jumlah kasus yang ditemukan. Termasuk dalam beberapa tahun, selalu ditemukan kasus serupa. Maka dari itu, ketika sudah dinyatakan memiliki status tersebut, para tenaga kesehatan diharapkan memahami ketika ada masyarakat yang mengalami gejala ringan.
Dengan demikian, ada penanganan cepat. Seperti segera diberikan antibiotik, agar penyakitnya tidak parah. "Kasus kematian penyakit leptospirosis ini cukup cepat. Dari gejala awal sampai akhir, hanya sampai dua pekan," bebernya.
Dari sejumlah kabupaten tersebut, sudah ditemukan beberapa kasus kematian akibat penyakit itu. Oleh sebab itu, pihaknya bertekad agar tidak ada lagi kasus kematian di Jatim dengan berbagai upaya yang sudah ditentukan. Serta mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, ketika melakukan aktivitas di tempat dengan sanitasi kurang baik, kotor, berair, dan sebagainya. "Penyakit ini bisa ditularkan melalui tikus, sapi, dan sebagainya," imbuhnya.
Selain itu, dia juga menegaskan, jika terdapat masyarakat yang mengalami sakit demam setelah sepuluh hari beraktivitas di tempat tersebut, maka harus waspada dan segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. Masa inkubasi bakteri Leptospira interrogans adalah sepuluh hari, pasca-terkena ke manusia. "Tidak ada penularan dari manusia ke manusia untuk penyakit leptospirosis," pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri