Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cegah Hama Wereng dan Jaga Produktivitas Pertanian

Safitri • Kamis, 28 Juli 2022 | 22:17 WIB
ANTISIPASI: Salah satu petak sawah milik warga yang sedang ditanami padi. Tanaman tersebut dinilai paling mudah terserang hama wereng.
ANTISIPASI: Salah satu petak sawah milik warga yang sedang ditanami padi. Tanaman tersebut dinilai paling mudah terserang hama wereng.
BESUK, Radar Ijen - Perubahan musim yang tak menentu serta perkembangan hama wereng tidak boleh dianggap sepele. Pada semester pertama tahun ini saja, dua faktor itu membuat sekitar 10 hektare lahan pertanian milik warga gagal panen. Akibatnya, petani diperkirakan mengalami kerugian sebanyak 60 ton.

BACA JUGA : Tetap Nekat Jualan Walau Pasar Kalisat Tutup

Agar masyarakat merasa aman, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso memberikan pelatihan tematik pembuatan asap cair kepada sejumlah kelompok tani, di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Besuk, Kecamatan Klabang, kemarin. Sejumlah ketua kelompok tani terlihat antusias mengikuti materi yang diberikan.

Lilik Setiawati, Kabid Penyuluhan dan Penanggulangan Bencana, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, menerangkan, asap cair dibuat menggunakan limbah-limbah organik, serta peralatan yang terbilang murah. Seperti batok kelapa dan sebagainya.

Menurutnya, asap cair bisa berfungsi sebagai disinfektan pengusir hama dan tikus pada tanaman. "Tanah di sekitar sawah kita semprotkan itu, insyaallah tikus tidak akan masuk ke areal persawahan kita," katanya.

Dengan pelatihan itu, dia berharap produktivitas hasil pertanian, khususnya padi, dapat meningkat. Sementara, biaya produksi semakin minim. Sebab, biasanya desinfektan cair yang dijual di pasaran per liternya Rp 25 ribu. Sedangkan, dengan pembuatan asap cair ini, dengan biaya sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu sudah bisa menghasilkan sekitar 5 liter disinfektan.

"Diharapkan biaya produksi pertanian, khususnya tanaman padi, bisa kita tekan," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin. Ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, bupati berharap hasil dari pelatihan tersebut terus ditularkan kepada petani-petani lainnya.

Sehingga bisa membuahkan hasil yang memuaskan untuk hasil panennya. "Saya harapkan supaya bisa menindaklanjuti hasil pelatihan saat ini. Bisa ditularkan kepada petani," pungkasnya. (ham/c2/fid) Editor : Safitri
#Bondowoso