BACA JUGA : Perlu Perawatan Venue Porprov
Staf Operator Terminal Bondowoso Rudi Hariyanto mengatakan, saat ini kondisi terminal semakin sepi dan sulit dapat pengunjung. Masyarakat jarang bepergian menggunakan jasa bus di terminal. Akibatnya, beberapa bus memilih balik ke garasi karena tidak ada penumpang.
Rudi mengatakan, kondisi tersebut tak lepas dari letak terminal yang tidak strategis. Selain itu, juga terdampak dari tidak dilaluinya Bondowoso oleh jalur nasional. Berbeda dengan kabupaten lain, dengan jalur nasional yang dimiliki, ditambah dengan letak terminal yang berada di sebelah jalan raya, cukup strategis.
“Sebenarnya kalau di kota yang lain kan sudah ada di pinggir jalan raya semua. Hanya kita yang di dalam kota,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin. Selain itu, pengunjung di terminal juga tidak begitu banyak. Membuat aktivitas terminal lumayan padat hanya saat momentum hari besar.
Terminal Bondowoso termasuk kategori C. Tipe itu hanya menampung lalu lintas pada jalur provinsi. Tak jauh berbeda dengan Terminal Arjasa di Kabupaten Jember. “Tapi Terminal Arjasa lebih parah dari Bondowoso,” ungkapnya.
Dirinya mengatakan, saat ini Terminal Bondowoso masih diaktifkan dengan adanya angkutan dalam kota. Angkutan itu selalu aktif ngetem di terminal mulai pukul 09.00. Angkutan antar kota juga masih aktif mengangkut penumpang. “Masih ada, Bondowoso-Jember dan Bondowoso-Situbondo,” paparnya.
Sementara, aktivitas angkutan bus mini saat ini semakin berkurang. Padahal, awalnya angkutan Jember Indah sangat padat. Namun, saat ini berkurang jauh dari setengahnya. Keberadaannya saat ini sangat terbatas. “Sekarang sudah tinggal 25 persennya,” pungkasnya. (mg5/c2/fid) Editor : Safitri