Rupanya, kondisi ini tak hanya meresahkan petani, pedagang di pasar tradisional juga merasakan hal yang sama. Salah satu harga komoditas bumbu dapur yang melonjak adalah cabai rawit.
Maimunah, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, harga bahan pokok rata-rata naik semua. Bahkan, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp 85 ribu per kilogram. “Kalau cabai merah harganya masih tetap, tidak ada penurunan,” terangnya, Kamis (30/6).
BACA JUGA: Hanya Daftarkan Delapan Cabor
Karena harga yang masih tinggi, dirinya tidak banyak menyetok barang. Apalagi, produk hortikultura seperti cabai atau tomat, tidak bisa tahan lama. Gampang membusuk. “Kalau dulu, di sini antre pembeli. Sekarang, meski mau lari-lari juga bisa,” ungkap Maimunah menggambarkan betapa sepinya Pasar Induk Bondowoso.
Perempuan asal Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang ini menambahkan, sepinya pembeli tak hanya akibat tingginya harga kebutuhan pokok, tapi juga masih lesunya ekonomi masyarakat. “Padahal hampir hari raya. Biasanya pasar ramai,” ucapnya.
Dirinya berharap, kondisi ini bisa segera membaik dan ekonomi pulih seperti semula. “Sekarang, meski mendekati hari raya, kalau kulak secukupnya saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Zaini Dahlan
Foto: Zaini Dahlan
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal