Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Melambung, Pedagang Cabai di Bondowoso Sepi Pembeli

Maulana Ijal • Jumat, 1 Juli 2022 | 03:12 WIB
SEPI: Maisarah, penjual kebutuhan pokok di Pasar Induk Bondowoso sedang merapikan dagangannya.
SEPI: Maisarah, penjual kebutuhan pokok di Pasar Induk Bondowoso sedang merapikan dagangannya.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Cuara buruk mengakibatkan petani cabai gagal panen. Imbasnya, harga komoditas pertanian untuk bumbu dapur itu, terkerek melambung lantaran stok barang di pasaran menipis. Tak terkecuali di Bondowoso.

Rupanya, kondisi ini tak hanya meresahkan petani, pedagang di pasar tradisional juga merasakan hal yang sama. Salah satu harga komoditas bumbu dapur yang melonjak adalah cabai rawit.

Maimunah, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, harga bahan pokok rata-rata naik semua. Bahkan, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp 85 ribu per kilogram. “Kalau cabai merah harganya masih tetap, tidak ada penurunan,” terangnya, Kamis (30/6).

BACA JUGA: Hanya Daftarkan Delapan Cabor

Karena harga yang masih tinggi, dirinya tidak banyak menyetok barang. Apalagi, produk hortikultura seperti cabai atau tomat, tidak bisa tahan lama. Gampang membusuk. “Kalau dulu, di sini antre pembeli. Sekarang, meski mau lari-lari juga bisa,” ungkap Maimunah menggambarkan betapa sepinya Pasar Induk Bondowoso.

Perempuan asal Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang ini menambahkan, sepinya pembeli tak hanya akibat tingginya harga kebutuhan pokok, tapi juga masih lesunya ekonomi masyarakat. “Padahal hampir hari raya. Biasanya pasar ramai,” ucapnya.

Dirinya berharap, kondisi ini bisa segera membaik dan ekonomi pulih seperti semula. “Sekarang, meski mendekati hari raya, kalau kulak secukupnya saja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Zaini Dahlan

Foto: Zaini Dahlan

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Cuaca Esktrem #harga cabai