Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Walau PMK Terus Bertambah, Kebutuhan Hewan untuk Kurban Aman

Safitri • Sabtu, 4 Juni 2022 | 18:26 WIB
KESEPIAN: Salah satu sapi milik warga Bondowoso yang masih dalam kondisi sehat. Menjelang Idul Adha, penyebaran PMK terus bertambah.
KESEPIAN: Salah satu sapi milik warga Bondowoso yang masih dalam kondisi sehat. Menjelang Idul Adha, penyebaran PMK terus bertambah.
TENGGARANG, Radar Ijen - Mendekati Hari Raya Idul Adha, kondisi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso semakin tidak terbendung. Pasalnya, saat ini sudah tembus lebih dari seratus ekor sapi yang tertular. Meski demikian, ketersediaan daging masih dipastikan aman untuk kebutuhan Idul Adha.

BACA JUGA : Puluhan Ekor Sapi Tertular PMK

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, hingga Kamis (2/6) sudah terdapat 103 ekor sapi yang sedang mengidap PMK. Penyakit ini tersebar di beberapa wilayah. Kecamatan Wringin merupakan kecamatan dengan temuan terbanyak. Sejumlah 29 ekor sapi mengalami PMK. Disusul oleh Kecamatan Taman Krocok sebanyak 12 ekor sapi, kemudian 11, kasus lainnya terjadi di Kecamatan Tamanan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso Muhammad Halil mengatakan, dengan potensi ternak sebanyak 230 ribu, maka kebutuhan daging untuk perayaan hari raya mendatang dipastikan masih aman. "Untuk hewan untuk kurban di Bondowoso itu aman. Utamanya kambing, karena kambing sangat banyak," katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Halil itu juga menuturkan, meski terkonfirmasi positif PMK, daging hewan ternak masih aman untuk dikonsumsi. Terlebih, terdapat dokter hewan yang rutin melakukan pemeriksaan di rumah pemotongan hewan. "Setelah dipotong, dagingnya kami periksa," tegasnya.

Lebih lanjut, Halil juga mengatakan, pemeriksaan terhadap hewan ternak yang terkonfirmasi positif PMK masih rutin dilakukan oleh petugas yang ada di pusat kesehatan hewan (puskeswan) setempat. Hal itu untuk memastikan ternak itu tidak dijual dalam keadaan sakit. "Potensi sembuh untuk PMK juga besar," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menegaskan, instansi terkait diminta untuk melakukan pemeriksaan dan mengontrol hewan ternak yang akan disembelih saat perayaan Idul Adha. "Jangan sampai sapi yang terkena PMK ini disembelih di Idul Adha," cetusnya.

Sementara, untuk populasi ternak, khususnya sapi potong, di Bondowoso juga cukup besar. Bahkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, pada 2020 mencapai 234.300 ekor. Bondowoso juga termasuk daerah dengan populasi sapi potong dengan angka di atas dua ratus ribu. Selain Bondowoso, juga ada Sumenep, Sampang, Bangkalan, Tuban, Bojonegoro, Probolinggo,  Jember, Lumajang, Malang, dan Kediri sebagai daerah dengan populasi sapi potong di atas dua ratus ribu ekor. (ham/c2/dwi)

 

 

  Editor : Safitri
#Bondowoso hari ini #Bondowoso