Baca Juga : Sopir Truk Buah asal Lumajang Mati Mendadak di Jember, Ini Penyebabnya
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di Terminal Bondowoso, aktivitasnya masih lengang. Belum ada lonjakan penumpang, baik yang hendak berangkat atau baru tiba di Bondowoso. Keluar masuk bus juga masih dikatakan normal. Namun, pemandangan berbeda di bengkel bus. Armada transportasi darat antarkota dalam provinsi (AKDP) itu mulai diservis. Mulai dari interior untuk memberikan kenyamanan, roda, hingga sistem pengereman. “Ini bagian kaki-kaki dicek dulu. Dibetulin untuk persiapan mudik Lebaran,” kata Sulikin, sopir bus jurusan Bondowoso–Madura.
Dia mengaku, untuk saat ini masih normal, belum ada lonjakan penumpang. Terhitung tidak lebih dari 10 orang setiap malam yang melakukan pemberangkatan dari Bondowoso ke Madura. “Belum membeludak, padahal sudah hampir Lebaran,” terang pria asal Probolinggo yang saat itu masih melakukan perbaikan dan persiapan di Maesan.
Selain itu, Solikin menambahkan, tidak semua penumpang yang naik dari Bondowoso tersebut bertujuan ke Madura. Namun, sering terjadi, penumpang yang memulai perjalanan atau mengakhiri itu dari dalam maupun luar terminal Bondowoso. “Sering juga turun atau naik di Wringin,” terangnya.
Dirinya pun menyadari jika pelaku perjalanan itu minim, baik dari maupun menuju Bondowoso. Sebab, Bondowoso menjadi tempat pemberhentian akhirnya, bukan transit. “Kalau ada yang mau berhenti di Terminal Bondowoso, rumahnya di Bondowoso. Tidak ada yang mau ke Jember atau kota lain. Karena Bondowoso itu tujuan akhir,” jelasnya.
Meski demikian, lanjut Sholikin, pada saat perjalanan Bondowoso–Madura, bus yang dikendarainya akan bertambah ramai jika sudah sampai di terminal Besuki dan Probolinggo. “Kalau sudah sampai Surabaya, biasanya tambah penuh lagi,” paparnya. Menurutnya, saat momen menjelang Lebaran tahun ini sedikit lebih ramai daripada dua tahun sebelumnya karena larangan mudik akibat pandemi. (mg5/c2/dwi)
Editor : Safitri