Sejauh ini, pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap anak yatim melalui penyuluh KB, kader posyandu, dan berbagai pihak lain yang tersebar di seluruh kecamatan. Menurutnya, jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Mengingat, pandemi belum usai hingga saat ini. "Tapi, tambahannya kami harapkan bisa diminimalisasi," tuturnya.
Pihaknya juga sudah melakukan pendampingan. Di antaranya memastikan pelayanan pendidikan, kesehatan, keamanan, hingga pengasuhannya. "Ke depan akan melakukan edukasi terkait dampak psikisnya. Sedangkan untuk kesehatannya, kami kolaborasikan dengan Dinas Kesehatan dan pastinya juga Dinsos," tambahnya.
Sementara itu, Pj Kepala Dinsos Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, data anak yatim tersebut nanti akan diajukan ke Kemensos. Serta ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama DPPKB, Dinas Kesehatan, Dispendukcapil terkait data kependudukannya, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Utamanya terkait jaminan pendidikannya. "Kami juga melibatkan Baznas, ormas, dan dunia usaha. Untuk fasilitasi mulai dari beasiswa, gerakan orang tua asuh, dan lainnya," paparnya.
Menurutnya, jika anak tersebut tidak ada yang mengasuh, pihaknya sudah menyiapkan panti asuhan dan sudah ada beberapa yang bersedia. "Semuanya gratis sehingga mereka mendapatkan hak pendidikannya," imbuhnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri