Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DWP Bondowoso Santuni 510 Anak Yatim

Safitri • Jumat, 27 Agustus 2021 | 16:51 WIB
DIBERIKAN LANGSUNG: Istri Bupati Bondowoso, Siti Maimunah Salwa Arifin, ketika memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim yang hadir di pendapa.
DIBERIKAN LANGSUNG: Istri Bupati Bondowoso, Siti Maimunah Salwa Arifin, ketika memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim yang hadir di pendapa.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kepedulian terhadap anak yatim terus ditunjukkan. Kali ini, giliran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bondowoso memberikan santunan. Bantuan tersebut dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Ke-76 RI serta peringatan Tahun Baru Islam 1443 H. Santunan diberikan langsung oleh istri Bupati Bondowoso, Siti Maimunah Salwa Arifin, dan Ketua DWP Bondowoso Suhartatik Soekaryo di pendapa bupati, Kamis (26/8) pagi.

Acara tersebut juga terhubung dengan unit-unit unsur pelaksana Dharma Wanita yang ada di seluruh kecamatan, serta beberapa instansi pemerintah daerah melalui sambungan telekonferensi.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Santunan Anak Yatim Masrurah Kholil mengatakan, secara keseluruhan, jumlah anak yatim yang mendapatkan santunan sebanyak 510 orang. Dengan perincian, 40 anak yatim santunan dari DWP Kabupaten. Saparuhnya, atau sebanyak 20 anak hadir langsung dalam prosesi santunan di pendapa. "Kemudian, yang 20 anak diserahkan di rumahnya masing-masing," ujarnya.

Santunan lainnya diberikan oleh DWP unsur pelaksana pemerintah. Terdiri atas 28 organisasi perangkat daerah (OPD) dengan jumlah santunan sebanyak 273 anak. Sementara, untuk DWP unit pelaksana kecamatan, yang tersebar di 23 kecamatan, menyantuni sebanyak 197 anak. "Jadi, semuanya sebanyak 510 anak," paparnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bondowoso Suhartatik Soekaryo menjelaskan, kegiatan santunan tersebut sudah sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) DWP. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari AD/ART tersebut. "Fungsi dari Dharma Wanita adalah bagaimana kita memiliki rasa empati serta memiliki kepedulian sosial," katanya.

Ia mengaku, pihaknya sengaja menyebar kegiatan santunan itu ke seluruh DWP di instansi pemerintah hingga kecamatan. Tujuannya, agar timbul rasa peduli dari anggota DWP kepada anak yatim yang berada di sekitar mereka. Hal ini juga sesuai dengan tujuan Dharma Wanita, yakni menyejahterakan anggota dan masyarakat sekitar.

Ia berharap, hal demikian bisa menjadi budaya serta karakter DWP Bondowoso. Dengan begitu, para anggota lebih peduli terhadap anak yatim dan orang-orang kurang mampu. "Supaya AD/ART tidak hanya menjadi jimat. Tetapi, bisa terimplementasi dalam berbagai macam program yang bisa kita lakukan," ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan DWP juga memiliki kewajiban untuk meningkatkan kemampuan hidup di era globalisasi. Oleh sebab itu, gagasan dari para anggota diharapkan bisa dituangkan untuk memajukan DWP Bondowoso dan diharapkan bisa membantu mewujudkan visi misi Bondowoso.

Beri Apresiasi

Unsur pelaksana DWP yang berada di seluruh kecamatan dan instansi pemerintah ternyata semuanya sudah menyantuni sejumlah anak yatim. Bagi unsur pelaksana DWP yang paling banyak menyantuni anak yatim, mereka mendapatkan penghargaan atau hadiah langsung dari Ketua DWP Kabupaten Bondowoso. "Kami akan memberikan door prize atau apresiasi kepada yang terbanyak menyantuni. Walaupun door prize itu tidak sesuai dengan apa yang dikeluarkan oleh ibu ketua," ungkap Suhartatik.

Unit Pelaksana DWP Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi unit pelaksana yang berhasil menyantuni anak yatim terbanyak. Mereka menyantuni sebanyak 20 anak yatim. Sedangkan Dinas Sosial (Dinsos) berada di urutan nomor dua dengan menyantuni 15 anak yatim.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada unsur pelaksana kecamatan yang paling banyak memberikan santunan. Kecamatan Bondowoso dan Kecamatan Taman Krocok menjadi dua kecamatan yang paling banyak menyantuni anak yatim. Yakni sama-sama menyantuni 17 anak. Kemudian, Kecamatan Pakem juga mendapatkan penghargaan berkat menyantuni 15 anak. "Ternyata, tanpa dipaksa oleh DWP Kabupaten Bondowoso, alhamdulillah masing-masing DWP menyantuni anak yatim minimal lima orang," ucapnya.

Pihaknya mengaku tidak memberikan target bagi unit pelaksana DWP. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa empati kepada anak yatim serta orang-orang yang kurang mampu di sekitar mereka. Selain itu, bertujuan untuk menanamkan rasa ikhlas pada setiap anggota.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Safitri
#Bondowoso