Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dikbud Bondowoso Sugiono Eksantoso dalam peluncuran program Literasi Mengaji, kemarin (23/8). Menurutnya, pembacaan Alquran dilakukan selama kurang lebih 10 menit sebelum jam belajar efektif dimulai. Tujuan ditetapkannya waktu tersebut untuk memastikan tidak mengurangi jam efektif belajar siswa di sekolah. Sehingga kegiatannya dilakukan di luar jam efektif. "Pukul tujuh kurang sepuluh menit sudah dimulai ngaji," katanya.
Dia menerangkan, untuk siswa setingkat TK hingga kelas tiga SD diajak untuk membaca doa-doa harian. Sementara, mulai kelas empat SD hingga jenjang SMP diwajibkan membaca Alquran seperti surat Yasin, Al Waqiah, maupun Ar Rahman. "Sedangkan kelas empat sampai SMA baca surat lain yang bagus, yang bisa menambah keimanan dan ketakwaan," terangnya.
Sebagai bentuk pengawasan dari realisasi program ini, pihaknya akan membentuk tim pengawas per koordinator wilayah untuk melakukan laporan secara berkala. "Dari Dikbud juga akan gencar melakukan turba (turun ke bawah, Red)," ujarnya.
Sugiono menyebut, program Literasi Mengaji merupakan perwujudan dari iman dan takwa yang merupakan bagian dari visi misi bupati. "Ini merupakan manifestasi dari visi bupati, yaitu Bondowoso Melesat dalam bingkai iman dan takwa," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengapresiasi inovasi Dikbud dalam upaya meningkatkan kualitas dunia pendidikan. Menurutnya, program tersebut sangat tepat guna mewujudkan siswa qurani. "Iman dan takwa merupakan kunci. Termasuk Literasi Mengaji ini adalah manifestasi dari cinta Alquran," pungkasnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Safitri