alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Dewan Pendidikan Lumajang Tunggu SK, Kasus Pembunuhan Pelajar Tak Ditindak

Dinas Langsung Bahas Sanksi Pelajar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Terbongkarnya aksi pembunuhan yang dilakukan sekelompok pelajar membuat sejumlah pihak segera bertindak. Bukan hanya kepolisian yang bertindak. Pihak sekolah, orang tua, dan Dinas Pendidikan juga langsung menindaklanjuti. Sayangnya, Dewan Pendidikan Lumajang hanya berdiam diri menunggu surat keputusan (SK). Duh, payah!

Memang, kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur dan pelajar di Lumajang tidak sedikit. Namun, tidak banyak yang mendapat penanganan serius. Termasuk pembunuhan pelajar yang sepekan terakhir makin viral.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, kasus pembunuhan pelajar tersebut berdampak pada banyak hal. Apalagi tersangka juga masih pelajar. “Ini masih kami rapatkan bagaimana sanksi yang harus diberikan. Apakah benar dikeluarkan atau bagaimana. Tata tertib sekolah, jelas poin pelanggaran besar. Sedang di sisi lain adanya wajib belajar 9 tahun,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, Agus menguraikan, rencananya hari ini salah satu orang tua korban diundang pihak sekolah. Tujuannya untuk membahas masalah tersebut. Sebab, butuh pertimbangan banyak hal dalam mengeluarkan keputusan mengenai masalah itu. “Kami sudah mendengar laporan. Untuk hasil selanjutnya, kami belum bisa memberi penjelasan,” urainya.

Langkah sigap Dinas Pendidikan ini ternyata berbanding terbalik dengan institusi terhormat Dewan Pendidikan Lumajang. Bahkan, sejak resmi diumumkan siapa-siapa yang menjabat sebagai Dewan Pendidikan Lumajang baru, 8 Maret lalu, kiprahnya masih saja diam.

Akibatnya, beberapa kasus yang seharusnya mendapat perhatian serius terlewatkan begitu saja. Mulai dari pelaksanaan PPDB, kasus perkelahian pelajar, hingga kasus pembunuhan pelajar kali ini.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Terbongkarnya aksi pembunuhan yang dilakukan sekelompok pelajar membuat sejumlah pihak segera bertindak. Bukan hanya kepolisian yang bertindak. Pihak sekolah, orang tua, dan Dinas Pendidikan juga langsung menindaklanjuti. Sayangnya, Dewan Pendidikan Lumajang hanya berdiam diri menunggu surat keputusan (SK). Duh, payah!

Memang, kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur dan pelajar di Lumajang tidak sedikit. Namun, tidak banyak yang mendapat penanganan serius. Termasuk pembunuhan pelajar yang sepekan terakhir makin viral.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, kasus pembunuhan pelajar tersebut berdampak pada banyak hal. Apalagi tersangka juga masih pelajar. “Ini masih kami rapatkan bagaimana sanksi yang harus diberikan. Apakah benar dikeluarkan atau bagaimana. Tata tertib sekolah, jelas poin pelanggaran besar. Sedang di sisi lain adanya wajib belajar 9 tahun,” katanya.

Lebih lanjut, Agus menguraikan, rencananya hari ini salah satu orang tua korban diundang pihak sekolah. Tujuannya untuk membahas masalah tersebut. Sebab, butuh pertimbangan banyak hal dalam mengeluarkan keputusan mengenai masalah itu. “Kami sudah mendengar laporan. Untuk hasil selanjutnya, kami belum bisa memberi penjelasan,” urainya.

Langkah sigap Dinas Pendidikan ini ternyata berbanding terbalik dengan institusi terhormat Dewan Pendidikan Lumajang. Bahkan, sejak resmi diumumkan siapa-siapa yang menjabat sebagai Dewan Pendidikan Lumajang baru, 8 Maret lalu, kiprahnya masih saja diam.

Akibatnya, beberapa kasus yang seharusnya mendapat perhatian serius terlewatkan begitu saja. Mulai dari pelaksanaan PPDB, kasus perkelahian pelajar, hingga kasus pembunuhan pelajar kali ini.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Terbongkarnya aksi pembunuhan yang dilakukan sekelompok pelajar membuat sejumlah pihak segera bertindak. Bukan hanya kepolisian yang bertindak. Pihak sekolah, orang tua, dan Dinas Pendidikan juga langsung menindaklanjuti. Sayangnya, Dewan Pendidikan Lumajang hanya berdiam diri menunggu surat keputusan (SK). Duh, payah!

Memang, kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur dan pelajar di Lumajang tidak sedikit. Namun, tidak banyak yang mendapat penanganan serius. Termasuk pembunuhan pelajar yang sepekan terakhir makin viral.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Agus Salim mengatakan, kasus pembunuhan pelajar tersebut berdampak pada banyak hal. Apalagi tersangka juga masih pelajar. “Ini masih kami rapatkan bagaimana sanksi yang harus diberikan. Apakah benar dikeluarkan atau bagaimana. Tata tertib sekolah, jelas poin pelanggaran besar. Sedang di sisi lain adanya wajib belajar 9 tahun,” katanya.

Lebih lanjut, Agus menguraikan, rencananya hari ini salah satu orang tua korban diundang pihak sekolah. Tujuannya untuk membahas masalah tersebut. Sebab, butuh pertimbangan banyak hal dalam mengeluarkan keputusan mengenai masalah itu. “Kami sudah mendengar laporan. Untuk hasil selanjutnya, kami belum bisa memberi penjelasan,” urainya.

Langkah sigap Dinas Pendidikan ini ternyata berbanding terbalik dengan institusi terhormat Dewan Pendidikan Lumajang. Bahkan, sejak resmi diumumkan siapa-siapa yang menjabat sebagai Dewan Pendidikan Lumajang baru, 8 Maret lalu, kiprahnya masih saja diam.

Akibatnya, beberapa kasus yang seharusnya mendapat perhatian serius terlewatkan begitu saja. Mulai dari pelaksanaan PPDB, kasus perkelahian pelajar, hingga kasus pembunuhan pelajar kali ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/