Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Unduh Berkah dari Ban Bekas

Radar Digital • Sabtu, 12 Juni 2021 | 16:17 WIB
TELITI: Seorang perajin karet ban bekas sedang mengukur karet ban bekas untuk dibuat kerajinan.
TELITI: Seorang perajin karet ban bekas sedang mengukur karet ban bekas untuk dibuat kerajinan.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Siang itu, cuaca tidak begitu cerah. Terlihat setumpuk ban bekas mobil dan motor yang sudah diolah menjadi kerajinan bernilai ekonomis tertata rapi di pinggir Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Barang itu adalah hasil kerajinan Arik Febri, 35, seorang perajin alat rumah tangga dari ban bekas.

Photo
Photo


Dengan kaus merah dan celana jeans abu-abu, pria ini terlihat sedang fokus mengukur serta memilah ban-ban bekas untuk dijadikan berbagai kerajinan. Arik mengungkapkan, awal kali dia ikut kerja pamannya yang juga perajin barang rumah tangga dari ban bekas. Karena bekerja itu, dia akhirnya belajar cara pembuatannya.

Akhirnya, Arik memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan restu sang paman. Untuk membuka usaha tersebut, Arik hanya bermodalkan uang Rp 100 ribu. Dari modal pas-pasan, Arik memulainya.

Dari penghasilan awal memulai, Arik terus mengembangkan usahanya. Sampai saat ini dia mengaku sudah 15 tahun menjalani usahanya. Berbagai rintangan dan hambatan sudah dilaluinya dengan sabar. Misalnya, terkena pisau saat proses pengolahan. “Kalau kena pisau ya pernah, tapi gak pernah sampai parah gitu,” ungkapnya sembari menunjukan bekas luka di tangannya.

Kerajinan yang dihasilkan di antaranya tempat sampah, kursi, meja, dan kerajinan lainnya. Arik bisa membuat tiga hingga lima macam produk dalam satu hari. Namun, proses pembuatan menyesuaikan dengan permintaan atau pesanan. “Ya dibuat santai aja. Jadikan hobi yang menyenangkan, tapi berpenghasilan begitu,” paparnya.

Barang-barang kerajinannya dijual dengan harga bervariasi. Menyesuaikan tingkat kerumitan pembuatan. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 85 ribu. Dengan penjualan tersebut, Arik bisa mendapatkan keuntungan mencapai ratusan ribu.

Dia memperoleh ban bekas yang dikumpulkan dari beberapa bengkel di Bondowoso. Biasanya pengambilan ban bekas dilakukan tiga hari sekali. “Saya ambil sendiri ke bengkel-bengkel itu,” katanya, sambil menunjukan ban-ban bekas yang belum diproses.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur :  Solikhul Huda Editor : Radar Digital
#Bondowoso