Moh Yazid, Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso, mengatakan, dua varietas tersebut sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia pada tahun 2012 silam. "Itu merupakan salah satu ikon tembakau Bondowoso," katanya.
Menurutnya, tembakau jenis ini memang banyak diminati oleh para petani. Apalagi dua jenis tembakau ini cocok untuk ditanam di berbagai wilayah Bondowoso. Bahkan, tak jarang petani dari luar Bondowoso rela untuk datang dari jauh demi mendapatkan bibit varietas ini. Selain itu, banyak perusahaan yang meminati tembakau ini.
Dijelaskannya, varietas ini sudah melewati berbagai tahapan. Di antaranya identifikasi, uji ketangguhan, bahkan uji kesesuaian dengan pabrikan dan lainnya. Kemudian, setelah dirasa cukup, akhirnya tembakau asli Bondowoso ini ditetapkan sebagai varietas unggul lokal. Tentunya setelah Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengusulkan hal itu.
"Karena sudah dilepas oleh kementerian, maka tidak bisa daerah atau tempat-tempat tertentu mengklaim tembakau ini milik si A, si B," tegasnya.
Masing-masing varietas memiliki ciri khas tersendiri. Baik dari ketahanan tanamnya, aroma, warna, maupun tempat tanam dan lainnya. Karena itu, petani yang ingin menanam tembakau ini harus memahaminya terlebih dahulu. Agar tingkat produktivitasnya sesuai dengan yang diharapkan.
Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur : Solikhul Huda Editor : Safitri