Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menikmati Kopi, Bayar Seikhlasnya

Safitri • Sabtu, 19 Desember 2020 | 20:20 WIB
NIKMATI KOPI: Beberapa pemuda saat meminum kopi arabika Java Ijen Raung dengan bayar seikhlasnya.
NIKMATI KOPI: Beberapa pemuda saat meminum kopi arabika Java Ijen Raung dengan bayar seikhlasnya.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Arabika Java Ijen Raung. Itulah kopi khas Bondowoso. Kopi inilah yang akhirnya memunculkan slogan Bondowoso Republik Kopi (BRK). Saat ini semakin banyak kafe yang menyuguhkannya. Uniknya, ada salah satu kafe yang menyediakan kopi ini, namun bayarnya seikhlasnya.

Penyedianya adalah Sigit Irawan, 38, warga Kelurahan Dabasah, Bondowoso. Dia membuat kafe di depan SMAN 2 Bondowoso. Uniknya, dia menyediakan kopi berjenis arabika, dengan bayar suka-suka. "Masyarakat bisa membayar seikhlasnya saja. Meski dibayar Rp 500, saya tetap terima," kata Sigit, sembari tertawa. Bahkan, khusus hari Jumat, dia menggratiskan kopi di kedainya.

Beberapa pengunjung sempat heran ketika Sigit menerapkan bayar kopi seikhlasnya saja. Sebab, jenis kopi tersebut terkenal mahal. Bahkan, awalnya banyak yang mengira bahwa Sigit hanya bergurau. "Mereka beranggapan saya main-main. Menurut mereka, kalau dibayar seikhlasnya bisnis saya tak cepat berkembang, karena pemasukan pas-pasan. Sehingga mereka berulang kali memastikan harganya," ucap Sigit.

Sigit mengaku tak memikirkan keuntungan dalam bisnis kedai kopinya. Bahkan, tiap hari Jumat dirinya menyediakan kopi gratis bagi masyarakat. Tujuan di balik itu semua, dia ingin supaya seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati kopi dengan harga murah. Dengan begitu pula, masyarakat lebih mengenal sekaligus mencintai kopi asli Kota Tape.

"Jangan sampai kopi dengan cita rasa tinggi hanya dinikmati oleh orang kalangan atas saja. Semua kalangan harus bisa menikmatinya juga. Rezeki sudah diatur oleh Sang Mahakuasa," ungkap orang yang setiap harinya menjadi ASN di Pemkab Bondowoso tersebut.

Sigit selalu menyarankan kepada masyarakat yang mencoba kopi arabika buatannya agar tak ditambah gula. Sebab, penambahan gula bisa menurunkan keaslian rasa kopi. Selain arabika, adapula kopi jenis robusta di kedainya. Ke depan dia bakal menambah jenis kopi lain seperti Gayo dan Flores. "Kopi lain sebagai pembanding saja. Tetap yang saya unggulkan adalah kopi Bondowoso," paparnya.

Kedai kopi Sigit baru buka seminggu lalu. Namun, bayar seikhlasnya bukan bagian dari teknik pemasaran. Dia membuka kedai bekerja sama dengan saudaranya. Saat meracik kopi, Sigit dibantu seorang barista. Sigit mendirikan kedai dengan modal tabungan dari hasil berjualan produk kopi bubuk Awana Coffee. Produk tersebut merupakan hasil karya Sigit sendiri.

"Kalau memikirkan keuntungan, kita pasti selalu merasa tidak cukup. Untuk membayar operasional seperti listrik, saya mengandalkan uang tabungan dari hasil jualan produk kopi saya," pungkasnya. Editor : Safitri