RADAR JEMBER - Performa Juventus belakangan ini mengecewakan para suporter.
Namun, masalahnya bukan sekadar karena klub sudah lama tidak meraih trofi besar atau bahkan kesulitan bersaing dalam perebutan Scudetto.
Hal yang paling menyakitkan bagi para fans justru hilangnya karakter Juventus di atas lapangan.
Baca Juga: Chelsea Dalam Masalah Besar? Hasil Imbang Jadi Alarm Bahaya
Dalam beberapa tahun terakhir, kekalahan yang seharusnya terasa biasa justru berubah menjadi kekalahan memalukan yang terasa seperti bencana besar.
Para pemain juga dinilai tidak menunjukkan sikap dan mental yang seharusnya ketika mengenakan jersey Juventus.
Istilah “manja” bahkan mulai digunakan oleh para suporter untuk menggambarkan kondisi tersebut, dan ada alasan kuat di balik penilaian itu.
Di sisi lain, Juventus juga mengalami krisis kepemimpinan.
Baca Juga: Posisi Kiper Nomor 1 Ajax Kembali Panas, Maarten Paes Masih Jadi Favorit
Mereka tidak lagi memiliki sosok seperti Giorgio Chiellini, Patrice Evra, atau Gianluigi Buffon, pemain-pemain yang mampu menegur dan mengkritik tim setelah kekalahan memalukan, sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekannya agar segera bangkit.
Editor : M. Ainul Budi