RADAR JEMBER - Mario Gila tampil luar biasa hingga akhirnya terpaksa ditarik keluar lapangan karena mengalami kram dalam kemenangan AC Milan atas Torino.
Laga debutnya ini sudah cukup untuk membuat sang bek tengah terasa seperti pilar utama yang tak tergantikan di San Siro.
Seperti yang dilaporkan oleh MilanNews, Gila menunjukkan dengan tepat mengapa ia bisa menjadi sosok yang sangat penting di bawah asuhan pelatih baru Ruben Amorim.
Ia secara sempurna mencerminkan apa yang diinginkan sang pelatih: kecepatan, agresi, keuletan, dan hasrat untuk mendominasi permainan di kedua fase (menyerang dan bertahan).
Baca Juga: Lewati Legenda Batistuta! Donyell Malen Ngamuk Cetak Sejarah Baru Bersama AS Roma
Apakah ada keraguan bahwa ia bisa tampil gemilang? Sejujurnya, tidak banyak. Dalam dua tahun kiprahnya di Lazio, bek asal Spanyol ini sering memamerkan seluruh kualitasnya, namun melihatnya bermain sebagai bagian dari trio lini belakang Milan memberikan kesegaran tersendiri.
Para pendukung dan pengamat sepak bola sebelumnya telah terbiasa dengan gaya yang lebih defensif dan pasif saat Massimiliano Allegri duduk di bangku cadangan.
Baca Juga: AS Roma Belum Menyerah Untuk Bajak Pemain Muda Chelsea Ini
Gila mungkin masuk sebagai bek tengah, namun ia adalah tipe pemain yang mampu menentukan ritme permainan, berani menerapkan garis pertahanan tinggi, dan memiliki tekad kuat untuk memenangkan kembali penguasaan bola secepat mungkin.
Taktik agresif ini berjalan sangat mulus hingga menit ke-75, saat tim mengalami penurunan kebugaran yang jelas dan wajar. Tanpa kehadiran mantan pemain Real Madrid tersebut, Milan terlihat sangat kesulitan di area lapangan itu.
Pada akhirnya, Alexis Saelemaekers harus digeser menjadi bek sayap kanan untuk mencoba memberikan perlindungan ekstra kepada Koni De Winter, yang digeser ke kanan setelah Matteo Gabbia masuk untuk mengisi pos tengah.
Pelatih Torino, Ignazio Abate, hanya membutuhkan satu pergantian pemain yang tepat dipadukan dengan keluarnya Gila untuk menempatkan Rossoneri dalam situasi yang sulit.
Mario Gila memang diharapkan menjadi sosok yang tak tergantikan, namun manajemen Milan juga harus menyadari bahwa mereka membutuhkan kedalaman pertahanan yang lebih baik. Mengandalkan Gila sendirian sepanjang musim yang panjang mungkin tidak akan cukup.
Editor : M. Ainul Budi