Dulu Dicaci Maki, Musah Kini Menjelma Jadi Gelandang Andalan AC Milan era Amorim?

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:32 WIB
Yunus Musah
Yunus Musah

RADAR JEMBER - Gelandang AC Milan, Yunus Musah, mengakui bahwa dirinya merasa sangat ‘nyaman’ bermain dalam peran double pivot di lini tengah saat Rossoneri merengkuh kemenangan krusial di laga tandang melawan Torino.

Berikut adalah sorotan utama dari performa impresif Yunus Musah di laga pembuka Serie A:

Peran Baru: Bermain gemilang sebagai gelandang box-to-box mendampingi Ardon Jashari di lini tengah.

Baca Juga: Spalletti: Juventus Sudah Punya Identitas, tapi Masih Kurang Satu Hal Ini

Statistik Menawan: Mencatatkan 87% akurasi umpan, 45 sentuhan, dan 6 pemulihan bola (recoveries).

Kepercayaan Diri: Merasa sangat antusias dan siap membuktikan kualitasnya di hadapan publik San Siro pada laga berikutnya.

Namun, respons dari pemain asal Amerika Serikat itu sangat tegas.

Bermain berdampingan dengan Jashari, Musah menyelesaikan 87% umpannya, melepaskan 2 dari 2 umpan panjang akurat, melakukan 45 sentuhan, 11 pergerakan membawa bola (carries), dua sapuan, enam pemulihan, dan satu intersepsi.

Baca Juga: Gasperini Bongkar Rahasia Gila AS Roma Hingga Sanjung Kondisi Fisik Paulo Dybala

Jika laga ini adalah sebuah audisi untuk melihat apakah ia mampu mengemban peran box-to-box, sangat adil untuk mengatakan bahwa ia lulus putaran pertama dengan nilai memuaskan.

Setelah peluit panjang berbunyi, Musah hadir di ruang konferensi pers Stadio Olimpico Grande Torino untuk menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media, seperti yang ditranskrip oleh MilanNews.

“Itu tergantung pada lawannya. Saya bermain di mana ada ruang. Hari ini saya bersenang-senang bermain di tengah. Biasanya tidak ada ruang, tetapi hari ini saya merasa nyaman,” ungkapnya.

Ia juga menanggapi perihal masa depannya yang sempat diragukan pada bulan Mei lalu. Musah merasa sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh tim pelatih dan bertekad membayarnya dengan performa maksimal.

“Ya, tentu saja. Ada momen-momen dalam karier Anda ketika Anda membutuhkan pelatih yang mengingat Anda, apa yang telah Anda lakukan, dan apa yang bisa Anda lakukan. Saya kemudian membalas semuanya di atas lapangan.”

Editor : M. Ainul Budi
berita ac milan ac milan news yunus musah Ruben Amorim ac milan