RADAR JEMBER - Inter Milan mengawali musim Serie A 2026/27 dengan meyakinkan. Bermain di hadapan publik San Siro, Nerazzurri menghancurkan Monza dengan kemenangan 4-1.
Hasil tersebut menjadi awal positif bagi Cristian Chivu, meski performa Inter belum sepenuhnya sempurna.
Monza tampil berani dengan tekanan tinggi pada babak pertama dan sempat membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
Namun, Inter menunjukkan kualitasnya setelah jeda. Tiga gol dalam periode singkat membuat pertandingan berubah drastis dan memperlihatkan mentalitas sang juara bertahan.
Baca Juga: AS Roma Terus Pepet Gittens, Chelsea Masih Pikir-pikir?
Salah satu sorotan utama adalah Andy Diouf, yang tampil impresif dan terlibat dalam terciptanya beberapa peluang penting.
Gelandang muda tersebut memberikan assist untuk gol Hakan Calhanoglu dan kemudian memainkan peran dalam gol Pio Esposito.
Pio Esposito juga memberikan sinyal kuat bahwa dirinya siap memberikan tekanan kepada Marcus Thuram.
Golnya melalui penyelesaian tumit menjadi salah satu momen paling menarik dalam kemenangan Inter.
Baca Juga: Analisa Kemenangan Tipis Juventus: Bremer Jadi Pahlawan Turin
Selain para pemain muda, beberapa pemain lain juga menunjukkan perkembangan positif. Bonny memberikan dampak ketika masuk, sementara Sucic kembali memperlihatkan perubahan tempo permainan ketika menggantikan Calhanoglu.
Kedatangan pemain baru juga mulai memberikan warna.
John Stones menjadi satu-satunya rekrutan anyar yang tampil dalam pertandingan tersebut dan mendapat sambutan hangat dari Chivu saat melakukan debut di San Siro.
Sementara Curtis Jones disebut sudah siap tampil, sedangkan Djed Spence masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaiknya.
Persaingan di lini tengah juga diprediksi semakin sengit. Nicolò Barella dituntut bermain lebih efektif apabila tidak ingin kehilangan tempat utama dalam pertandingan besar, terutama dengan hadirnya Curtis Jones dari Liverpool.
Hal serupa berlaku bagi Piotr Zielinski.
Fleksibilitas Jones membuatnya mampu bermain di berbagai posisi lini tengah, sehingga setiap pemain harus meningkatkan level performanya untuk mempertahankan posisi.
Bagi Chivu, situasi tersebut justru menjadi keuntungan. Persaingan internal yang sehat membuat seluruh pemain dituntut tampil maksimal, bukan hanya dalam pertandingan, tetapi juga selama latihan.
Editor : M. Ainul Budi