RADAR JEMBER - Pergerakan ambisius terus ditunjukkan AC Milan di bursa transfer musim panas ini.
Rossoneri kini dilaporkan tengah mempersiapkan langkah besar untuk mengamankan tanda tangan gelandang andalan Olympique de Marseille, Pierre-Emile Hojbjerg.
Namun, sebelum merealisasikan rencana tersebut, Rossoneri harus merampingkan skuad mereka dengan melepas beberapa pemain yang tidak lagi diinginkan.
Baca Juga: Laga Lawan Perth Glory Mendadak Batal, Ruben Amorim Banting Setir Genjot Latihan AC Milan
Langkah ini menjadi bagian dari perombakan besar-besaran yang tengah dirancang di San Siro.
Di bawah kepemimpinan baru, Milan telah mencatatkan sejarah dengan merekrut Goncalo Ramos dan melakukan investasi besar pada bek tengah Mario Gila dari Lazio.
Pelatih kepala Ruben Amorim, yang dikenal karena filosofi permainan menyerang dan penguasaan bola, ingin mengubah total gaya bermain Milan. Penggemar Rossoneri mungkin akan melihat perbedaan mencolok dari era Massimiliano Allegri yang lebih defensif.
Amorim bertekad membangun tim yang mampu mendominasi penguasaan bola dengan intensitas tinggi dan pressing agresif.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menargetkan sejumlah rekrutan baru, dan Hojbjerg menjadi prioritas utama. Laporan dari Italia mengindikasikan bahwa permintaan khusus telah diajukan Amorim kepada manajemen Milan untuk mendatangkan gelandang asal Denmark tersebut.
Meski demikian, manuver transfer ini tidak bisa dilakukan secara instan. Langkah ini tidak bisa diwujudkan tanpa terlebih dahulu mengurangi jumlah pemain di lini tengah yang sudah cukup padat. Nama-nama seperti Luka Modric, Adrien Rabiot, hingga Ruben Loftus-Cheek saat ini menghuni sektor vital ini.
Berdasarkan laporan media Italia, dua nama telah masuk dalam daftar lepas klub demi melapangkan jalan sang target prioritas.
Calciomercato menyebutkan bahwa Samuele Ricci dan Youssouf Fofana menjadi kandidat utama yang kemungkinan besar akan dilepas demi memberi ruang bagi Hojbjerg di San Siro.
Dengan dinamika transfer yang terus berkembang, Milan harus bergerak cepat dan cermat untuk mengoptimalkan komposisi skuad yang sesuai dengan filosofi baru mereka. Apakah Hojbjerg akan segera berlabuh di kota mode, ataukah Milan harus mencari alternatif lain? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Editor : M. Ainul Budi