RADAR JEMBER - Federico Dimarco mengirim pesan tegas kepada seluruh skuad Inter Milan menjelang dimulainya musim 2026/2027.
Meski baru saja menikmati musim gemilang dengan meraih gelar Scudetto dan Coppa Italia, bek sayap kiri andalan Nerazzurri menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk berpuas diri.
Dalam wawancara bersama Sky Sport usai beberapa hari menjalani pemusatan latihan di Donaueschingen, Jerman, Dimarco berbicara tentang mentalitas juara, tanggung jawab pemain senior, perkembangan Aleksandar Stankovic, hingga persaingan menuju gelar Serie A.
Semua Dimulai Lagi dari Nol
Menurut Dimarco, kesuksesan musim lalu kini sudah menjadi bagian dari sejarah. Inter harus memulai perjalanan baru dengan semangat yang sama seperti sebelumnya.
“Ambisi harus selalu tinggi. Kami harus selalu memiliki keinginan untuk terus berkembang. Setelah setiap musim selesai, semuanya kembali dimulai dari nol karena keunggulan musim sebelumnya sudah tidak ada lagi. Semua tim berada di posisi yang sama. Target kami adalah melanjutkan apa yang telah kami lakukan musim lalu,” ujar Dimarco.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa skuad asuhan Cristian Chivu tidak ingin terlena oleh dua trofi yang telah mereka raih.
Rahasia Mempertahankan Gelar: Tetap Lapar
Baca Juga: Pemain Inter Milan Ini Ambisi Haus Gelar di Musim 2026/2027
Presiden Inter, Giuseppe Marotta, sebelumnya sempat menyinggung fenomena “sindrom juara”, yaitu sulitnya sebuah tim mempertahankan gelar Serie A. Fakta menunjukkan belum ada klub yang mampu mempertahankan Scudetto sejak tahun 2020.
Bagi Dimarco, resepnya sederhana.
“Cara menghindarinya adalah dengan berlatih dengan baik, penuh semangat dan antusiasme, mengikuti apa yang diminta pelatih, dan terutama mempertahankan rasa lapar untuk menang. Itulah hal yang paling penting. Jika Anda masih lapar akan kemenangan, Anda sudah selangkah lebih maju,”
Mentalitas inilah yang menurutnya harus menjadi identitas Inter musim depan.
Tetap Rendah Hati Meski Jadi MVP Serie A
Musim lalu Dimarco tampil luar biasa dengan mencatatkan 18 assist dan dinobatkan sebagai MVP Serie A. Meski demikian, pemain Timnas Italia itu mengaku tidak mengubah pendekatan maupun etos kerjanya.
“Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik dan membantu tim semaksimal mungkin. Cara saya berlatih tidak berubah, baik setelah kekecewaan di Liga Champions maupun setelah meraih double musim lalu. Saya selalu bekerja sekeras mungkin. Kadang hasilnya lebih baik, kadang tidak, tetapi agar hati tenang Anda harus selalu memberikan 100 persen. Itulah dasar untuk terus berkembang setiap hari.”
Editor : M. Ainul Budi