RADAR JEMBER - Gelar juara Piala Dunia 2026 memang menjadi milik Spanyol.
Namun, di balik keberhasilan La Roja mengangkat trofi untuk kedua kalinya dalam sejarah, turnamen terbesar sepak bola dunia itu juga melahirkan "pemenang-pemenang baru" yang tidak selalu diukur dari jumlah gelar.
Sejumlah tim nasional berhasil meningkatkan reputasi, nilai pasar pemain, hingga posisi mereka dalam peta persaingan sepak bola internasional berkat penampilan impresif sepanjang turnamen.
Format baru yang melibatkan 48 negara peserta memberikan panggung lebih luas bagi tim-tim nonunggulan untuk menunjukkan kualitasnya.
Hasilnya, beberapa negara yang sebelumnya jarang menjadi sorotan kini justru pulang dengan status sebagai kejutan terbesar Piala Dunia 2026.
Baca Juga: AC Milan Siapkan Skenario Tak Terduga Demi Datangkan Hojbjerg Musim Panas Ini
Salah satu tim yang paling mencuri perhatian adalah Cape Verde. Negara kepulauan di Afrika Barat itu berhasil menembus babak 32 besar setelah tampil impresif di fase grup.
Meski akhirnya tersingkir usai kalah tipis 2-3 dari Argentina, permainan disiplin dan penuh determinasi mereka menuai pujian dari berbagai kalangan.
"Cape Verde menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026 setelah menunjukkan bahwa tim dari negara kecil mampu bersaing dengan kekuatan tradisional sepak bola dunia," tulis Associated Press dalam laporannya pada 3 Juli 2026.
Selain Cape Verde, Curacao juga menjadi sorotan.
Negara Karibia yang baru pertama kali tampil di putaran final mampu memberikan perlawanan sengit kepada sejumlah lawan yang secara peringkat berada jauh di atas mereka.
Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan sepak bola di kawasan CONCACAF semakin merata.
Norwegia pun menjadi salah satu "pemenang" meski gagal mencapai partai final.
Dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard, Norwegia berhasil melangkah jauh hingga babak delapan besar.
Capaian itu menjadi penampilan terbaik mereka di Piala Dunia dalam beberapa dekade terakhir dan memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola Eropa.
Paraguay juga sukses mengembalikan nama mereka ke panggung dunia.
Setelah beberapa edisi gagal bersinar, tim asal Amerika Selatan tersebut tampil solid sepanjang turnamen dan berhasil menembus fase gugur, sekaligus menghidupkan kembali reputasi sepak bola Paraguay di level internasional.
Baca Juga: Lazio Mulai Amati Harga Yunus Musah, Eks Pelatih AC Milan Bisa Nego Murah?
Kejutan-kejutan tersebut dinilai menjadi salah satu keberhasilan terbesar format baru Piala Dunia.
Dengan jumlah peserta yang bertambah menjadi 48 tim, semakin banyak negara memperoleh kesempatan tampil dan membuktikan kualitas mereka di hadapan dunia.
"Perluasan menjadi 48 tim menghadirkan lebih banyak cerita baru, memperlihatkan bahwa sepak bola dunia kini semakin kompetitif dan tidak lagi didominasi oleh negara-negara tradisional," tulis Reuters dalam ulasan akhir Piala Dunia pada 20 Juli 2026.
Tak hanya prestasi di lapangan, performa apik sejumlah pemain dari tim-tim kejutan juga diperkirakan berdampak pada nilai pasar mereka.
Turnamen sebesar Piala Dunia selalu menjadi etalase bagi para pencari bakat klub-klub elite Eropa.
Penampilan konsisten dari pemain Cape Verde, Curacao, maupun Paraguay diyakini akan membuka peluang transfer ke kompetisi yang lebih bergengsi pada musim mendatang.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan di Piala Dunia tidak selalu diukur melalui trofi juara.
Bagi banyak negara, mampu tampil kompetitif, meningkatkan peringkat FIFA, memperkenalkan talenta baru, hingga menarik perhatian klub-klub besar sudah menjadi pencapaian yang sangat berarti.
"Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga oleh siapa yang mampu mengubah cara dunia memandang mereka," tulis Reuters dalam evaluasi turnamen pada 20 Juli 2026.
Berakhirnya Piala Dunia 2026 sekaligus menegaskan bahwa Spanyol memang menjadi juara di atas podium.
Namun, Cape Verde, Curacao, Norwegia, dan Paraguay juga pulang sebagai pemenang dalam arti yang berbeda.
Mereka berhasil memanfaatkan panggung terbesar sepak bola dunia untuk membangun reputasi baru, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengirimkan pesan bahwa persaingan sepak bola internasional kini semakin terbuka bagi siapa saja yang mampu memaksimalkan peluang.
Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi