Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kredibilitas FIFA Kembali Diuji, Desakan Investigasi terhadap Gianni Infantino Menguat

Redaksi Radar Jember • Kamis, 16 Juli 2026 | 20:03 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino

 

RADAR JEMBER - Sorotan terhadap tata kelola FIFA kembali menguat setelah organisasi hak asasi manusia FairSquare secara resmi meminta Komite Etik Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyelidiki dugaan keterlibatan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pembatalan hukuman penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun. 

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga integritas sepak bola internasional di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Permintaan investigasi muncul setelah hukuman kartu merah yang diterima Balogun dibatalkan, sehingga pemain tersebut tetap dapat tampil pada pertandingan babak gugur. 

Baca Juga: Bakal Mirip Malioboro Jogja! Gus Fawait Bocorkan Siasat Ekstrem Sulap Jantung Kota Jember Jadi Pusat Tongkrongan

Keputusan itu memicu pertanyaan dari berbagai pihak karena dianggap berpotensi dipengaruhi faktor di luar mekanisme disiplin yang berlaku di FIFA. 

Reuters melaporkan bahwa FairSquare meminta IOC menelaah apakah terdapat pelanggaran terhadap prinsip etika dan independensi dalam kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut.

"Kami meminta Komisi Etik IOC menyelidiki apakah Presiden FIFA telah melanggar standar etika melalui tindakannya dalam kasus ini." — FairSquare. (15/7/2026)

FairSquare menilai dugaan campur tangan dalam proses disiplin dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem pengambilan keputusan FIFA. 

Organisasi itu juga menyoroti pentingnya menjaga independensi badan-badan yudisial olahraga agar setiap keputusan tetap bebas dari tekanan politik maupun kepentingan lain.

"Lembaga olahraga internasional harus mampu menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan berlangsung secara independen dan bebas dari pengaruh politik." — FairSquare, tambahnya.

Baca Juga: Gebrakan Gila Inter Milan! Luncurkan Jersey Baru di AS Jelang Final Piala Dunia, Desainnya Bikin Syok Pencinta Baseball

Menanggapi tudingan tersebut, FIFA membantah adanya intervensi Presiden Gianni Infantino dalam pembatalan sanksi Balogun. 

Federasi menegaskan bahwa seluruh keputusan mengenai disiplin pemain merupakan kewenangan badan yudisial yang bekerja secara independen sesuai regulasi FIFA.

"Keputusan mengenai masalah disiplin diambil sepenuhnya oleh badan yudisial independen FIFA sesuai dengan regulasi yang berlaku." — Pernyataan resmi FIFA. (15/7/2026)

Kasus tersebut menambah daftar kritik terhadap tata kelola FIFA selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. 

Sejumlah anggota Parlemen Eropa sebelumnya juga meminta penyelidikan terkait dugaan komunikasi antara Presiden FIFA dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai berpotensi memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam kasus Balogun.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran etik oleh Gianni Infantino. 

Permintaan investigasi masih berada pada tahap pengajuan, sementara IOC maupun Komite Etik FIFA belum mengumumkan keputusan apakah akan membuka penyelidikan resmi.

"Pengaduan ini bertujuan memastikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan independensi tetap dijaga dalam tata kelola olahraga internasional." — FairSquare, ujarnya.

Kontroversi tersebut diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik hingga adanya kejelasan dari lembaga etik yang berwenang. 

Di tengah antusiasme terhadap babak akhir Piala Dunia 2026, isu tata kelola FIFA kini menjadi salah satu sorotan utama yang dinilai dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap organisasi sepak bola dunia.

 

Penulis: Moch. Feriel Alfaritzy

Editor : M. Ainul Budi
presiden fifa skandal fifa piala dunia 2026 gianni infantino