RADAR JEMBER - Gelandang andalan Timnas Swiss, Remo Freuler, tidak mampu lagi membendung rasa frustrasinya setelah timnya dipastikan tersingkir dari panggung Piala Dunia 2026 usai dikalahkan Argentina.
Pemain berpengalaman tersebut secara terbuka meluapkan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap kepemimpinan wasit dan keputusan kontroversial VAR yang dinilai berat sebelah.
Freuler menganggap bahwa keputusan pengadil lapangan yang memberikan kartu merah kepada rekan setimnya, Breel Embolo, di babak kedua merupakan sebuah kekacauan besar yang merugikan perjuangan Swiss secara tidak adil.
Baca Juga: Babak Baru San Siro: Ruben Amorim Siap Ambil Alih Kemudi, Ini Jadwal Kumpul Perdana Pemain AC Milan!
Dengan nada penuh emosi, Freuler melontarkan kritik kerasnya di hadapan awak media pasca-pertandingan:
"Ini adalah bencana. Saya tidak tahu apa yang dilakukan wasit ini di sini. Saya tidak mengerti bagaimana VAR bisa mengubah pertandingan begitu saja." Ujar Freuler.
Klaim Swiss Jauh Lebih Dominan Sebelum Intervensi VAR
Lebih lanjut, Freuler juga menilai bahwa intervensi kaku dari teknologi VAR tersebut telah merusak esensi serta jalannya pertandingan yang awalnya berlangsung sangat sengit dan berimbang.
Ia menegaskan bahwa sebelum adanya keputusan pengusiran tersebut, Swiss sebenarnya berada dalam posisi yang sangat di atas angin dan mampu mendikte permainan sang juara bertahan, Argentina.
"Kita tidak bisa mengubah aturan, tetapi keputusan itu membunuh permainan. Jangan bunuh permainan seperti itu. Saat masih 11 lawan 11, kami sudah menguasai mereka." Pungkas Remo Freuler.
Editor : M. Ainul Budi