RADAR JEMBER - Raksasa Serie A, Inter Milan, dilaporkan benar-benar belum menyerah dalam perburuan tanda tangan gelandang berbakat milik Liverpool, Curtis Jones.
Meskipun beberapa upaya awal mereka sempat menemui jalan buntu, manajemen Nerazzurri dikabarkan tengah bersiap-siap untuk melayangkan proposal penawaran ketiga demi bisa memboyong sang pemain ke Giuseppe Meazza pada bursa transfer musim panas ini.
Setelah Dua tawaran sebelumnya ditolak mentah-mentah oleh manajemen The Reds, kubu Nerazzurri tidak menyerah.
Baca Juga: Masuk Rencana Sakral Ruben Amorim, Gelandang Prancis Ini Diberi Label 'Haram Dijual' oleh AC Milan!
Laporan eksklusif dari TEAMtalk menyebutkan bahwa Inter Milan tengah mematangkan proposal ketiga untuk mendaratkan gelandang berbakat Inggris tersebut ke San Siro.
Bagi Inter Milan, Curtis Jones bukan sekadar target pelengkap. Pemain kelahiran tahun 2001 ini dianggap sebagai prioritas utama untuk menyegarkan lini tengah mereka.
Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Beri Restu! AC Milan Siap Pecahkan Rekor 30 Juta Euro Demi Kerim Alajbegovic!
Upaya pengejaran ini bahkan sudah dilakukan sejak jendela transfer musim dingin lalu, menunjukkan keseriusan Inter untuk memboyong sang pemain.
Dua tawaran sebelumnya, termasuk yang terakhir senilai £21 juta (sekitar 24,6 juta Euro), dianggap belum memenuhi ekspektasi Liverpool.
Namun, Inter kini mencoba strategi baru dengan menyiapkan tawaran di angka £25 juta (sekitar 29 juta Euro), ditambah dengan skema bonus yang menarik untuk mendekati keinginan pihak Anfield.
Situasi kontrak Curtis Jones yang akan berakhir dalam 12 bulan ke depan menjadi kartu AS bagi Inter Milan. Pihak manajemen Nerazzurri berharap durasi kontrak yang tersisa bisa menekan harga pasar sang pemain.
Sebaliknya, Liverpool memiliki perspektif berbeda. Mereka berkaca pada inflasi harga pemain di pasar domestik Inggris yang cenderung sangat tinggi.
Meski bersedia melunak dari penilaian awal sebesar £34 juta, Liverpool memberikan sinyal tegas: mereka tidak akan melepas Jones di bawah angka £30 juta (sekitar 35 juta Euro).
Editor : M. Ainul Budi