RADAR JEMBER - Gelombang polemik yang memanas pasca-pertandingan bertensi tinggi antara Mesir dan Argentina akhirnya memasuki babak baru yang sangat mengejutkan. Di saat publik dan jajaran federasi melayangkan protes keras atas kepemimpinan pengadil lapangan, sebuah sudut pandang tak terduga justru datang dari pakar hukum sepak bola internal mereka sendiri.
Mantan wasit FIFA asal Mesir Mohamed Adel ikut memberikan komentar tentang pertandingan Mesir vs Argentina, menurutnya keputusan wasit tidak mempengaruhi hasil pertandingan.
Pernyataan berani yang berpotensi memicu perdebatan sengit di kalangan suporter ini diungkapkan secara blak-blakan dalam sebuah program siaran langsung. Dalam wawancara dengan televisi Mesir TeN TV, Mohamed Adel mengatakan bahwa fokus kepada wasit meningkat setelah Mesir tersingkir dan menegaskan bahwa pertandingan itu harus dilihat secara objektif.
“Mari kita bicara tentang keputusan wasit secara logis,”
“Wasit bukanlah alasan kekalahan kami. Bahkan, dia bisa saja memberikan lebih banyak pelanggaran kepada kami dan memilih untuk tidak melakukannya. Kami baru mulai fokus pada keputusannya setelah kekalahan itu.”
Pernyataan ini mengacu kepada banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Mesir terhadap pemain Argentina yang tidak mendapat hukuman. Beberapa video menunjukkan bahwa pemain Mesir setidaknya melakukan 5 sampai 6 pelanggaran yang seharusnya berujung kartu. Bahkan terdapat pelanggaran keras terhadap Julian Alvarez yang luput dari kartu merah wasit.
"Menurut saya, kami tidak kalah karena wasit. Secara logika, dengan keputusan wasit ini, kami seharusnya masih unggul 2-0 hingga menit ke-80."
“Pada gol Mesir yang dianulir, ada pelanggaran terhadap Marwan Attia di awal permainan, dan VAR memanggil wasit serta memperlihatkan cuplikan kaki yang terinjak, jadi wasit benar dalam keputusannya untuk menganulir gol tersebut.”
Editor : M. Ainul Budi